Bernardo Tavares Waspadai Isenmulang FC: Jangan Terlena Posisi Juru Kunci
Baca dalam 60 detik
- Persebaya Surabaya akan menjamu Isenmulang FC pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027, Jumat (9/10/2026).
- Pelatih Bernardo Tavares menegaskan posisi juru kunci lawan bukan alasan untuk mengendurkan konsentrasi, melainkan justru menjadi alarm kewaspadaan.
- Tavares telah memetakan kekuatan Isenmulang, termasuk fleksibilitas formasi tiga atau empat bek dan potensi transisi cepat yang harus diantisipasi.

Persebaya Surabaya akan menjamu Isenmulang FC pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027, Jumat (9/10/2026). Meski lawan berada di dasar klasemen, pelatih Bernardo Tavares menolak anggapan bahwa laga ini akan berjalan mudah. Ia justru menekankan pentingnya kewaspadaan dan sikap rendah hati dari seluruh pemainnya.
Peringatan Tavares bukan tanpa alasan. Isenmulang FC saat ini terpuruk di posisi juru kunci dengan koleksi minus dua poinโhasil pengurangan poin oleh operator liga setelah mereka mengubah stadion kandang. Situasi tersebut, menurut Tavares, justru membuat lawan memiliki motivasi berlipat untuk merebut poin di markas Persebaya.
"Jika kami ingin mengamankan tiga poin, kami harus membuktikannya di lapangan bahwa kami memiliki hasrat menang yang lebih besar daripada lawan," ujar Tavares dalam sesi konferensi pers. Ia menambahkan bahwa tim yang sedang dalam tekanan biasanya tampil dengan intensitas lebih tinggi, sehingga Persebaya tidak boleh lengah sejak menit awal.
Selain faktor mental, Tavares juga telah menganalisis kekuatan Isenmulang FC secara taktis. Ia menyoroti dua pemain yang pernah bersinggungan dengannya: Adilson Silva, yang sempat bekerja sama di PSM Makassar, dan Leo Lelis, mantan bek Persebaya. Kehadiran keduanya dianggap mampu memberikan kualitas dan pengalaman di lini lawan.
Fleksibilitas formasi menjadi perhatian utama. Menurut Tavares, Isenmulang FC mampu berganti sistem antara tiga bek dan empat bek dalam satu pertandingan. "Mereka merupakan tim yang mampu memainkan dua sistem berbeda di liga," katanya. Ia juga mencatat bahwa lawan kerap mengandalkan transisi cepat, namun tetap bisa membangun serangan terorganisasi ketika diperlukan.
"Kami harus bersiap menghadapi kedua sistem dan dinamika permainan tersebut," tegas Tavares.
Persebaya sendiri datang dengan modal kurang memuaskan. Dari tiga laga awal, mereka hanya meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang, termasuk saat menjamu Garudayaksa FC di Stadion GBT pada 19 September 2026. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Tavares untuk meningkatkan efektivitas serangan dan konsistensi performa.
Dalam konteks persaingan BRI Super League musim ini, laga melawan Isenmulang FC menjadi peluang emas bagi Persebaya untuk merangkak naik ke papan tengah. Kemenangan akan mendongkrak moral tim sekaligus menjaga jarak dari zona bawah. Sebaliknya, hasil negatif bisa memperpanjang tren inkonsistensi yang sudah terlihat sejak awal musim.
Menghadapi tim yang mampu mengubah skema secara mendadak, Tavares menuntut pemainnya untuk tidak hanya menyiapkan satu rencana permainan. Ia ingin Persebaya tampil adaptif dan responsif terhadap perubahan taktik lawan sepanjang 90 menit. "Kami harus siap menghadapi kedua sistem dan dinamika permainan tersebut," pungkasnya.
Pertanyaan besarnya: apakah Persebaya mampu membuktikan kewaspadaan Tavares di lapangan, atau justru terpeleset menghadapi tim yang sedang berjuang keluar dari dasar klasemen? Jawabannya akan terlihat di Gelora Bung Tomo, Jumat malam nanti.



