Purbaya Akui Sulit Tidur Usai Dicopot, Sinyal Transisi Fiskal yang Tak Mulus
Baca dalam 60 detik
- Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kegelisahan setelah lengser dari kursi Menteri Keuangan, mengaku sempat kehilangan waktu istirahat.
- Pergantian mendadak ke Suahasil Nazara memicu pertanyaan soal arah kebijakan fiskal dan stabilitas pasar keuangan.
- Pernyataan putranya soal kembalinya sang ayah ke dunia trading menambah dimensi personal pada transisi kekuasaan ekonomi.

Purbaya Yudhi Sadewa mengakui proses lengsernya dari jabatan Menteri Keuangan menyisakan beban psikologis yang cukup berat. Berbicara kepada awak media usai serah terima jabatan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026), ia menuturkan bahwa malam sebelum pelantikan penggantinya berlangsung jauh dari tenang.
"Semalam masih susah tidur, masih sebal juga toh. Sampai sekarang sudah lumayan," ujarnya, dikutip dari keterangan pers di lokasi. Ketika ditanya lebih jauh apakah rasa kesal itu benar adanya, Purbaya menjawab tanpa tedeng aling-aling. "Ya ada kan gue juga orang, bukan robot," tegasnya.
Pergantian di kursi bendahara negara itu berlangsung cepat. Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026), sehari sebelum sertijab digelar. Bagi Purbaya, transisi yang nyaris tanpa jeda itu membuat pikirannya masih bekerja keras meski jabatan resmi telah berpindah tangan.
Meski mengakui masih ada rasa sebal, mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu menilai kondisi emosinya kini jauh lebih terkendali. Ia bahkan menyatakan keyakinannya bisa kembali beristirahat dengan tenang setelah seluruh rangkaian transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan rampung. "Nanti malam saya bisa tidur tenang, gitu. Semalam masih mikir-mikir, jadi agak susah tidur, tapi saya yakin besok sudah tenang, aman," tuturnya.
Yang menarik, sorotan publik tidak hanya tertuju pada pernyataan Purbaya. Putranya, Yudo Achilles Sadewa, menjadi perbincangan setelah mengunggah video di media sosial. Dalam rekaman yang beredar luas, Yudo menyebut ayahnya kini bisa kembali tidur nyenyak lantaran tak lagi memikul tanggung jawab sebagai bendahara negara. "Guys, akhirnya bapak bisa tidur nyenyak guys," katanya.
Yudo juga berseloroh bahwa sang ayah akan kembali menekuni dunia trading yang telah lama digelutinya sebelum terjun ke pemerintahan. "Jadi trader lagi guys, nggak jadi menteri lagi guys. Balik jadi trader," ujarnya. Pernyataan itu menambah dimensi personal pada pergantian pejabat tinggi ekonomi yang biasanya disorot hanya dari sisi kebijakan.
Bagi pembaca di Indonesia, terutama pelaku pasar dan investor, transisi di Kementerian Keuangan bukan sekadar peristiwa politik. Kementerian ini memegang kendali atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kebijakan perpajakan, serta pengelolaan utang negara. Pergantian mendadak di kursi Menteri Keuangan kerap memicu spekulasi mengenai arah kebijakan fiskal ke depan, termasuk apakah target defisit, program belanja prioritas, atau strategi pembiayaan akan mengalami penyesuaian.
Suahasil Nazara bukan nama baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan memiliki rekam jejak panjang di bidang fiskal. Namun, pasar tetap akan mencermati langkah pertamanya, terutama terkait komunikasi kebijakan dan kelanjutan program-program yang sudah berjalan. Stabilitas nilai tukar, imbal hasil surat utang negara, dan arus modal asing menjadi indikator yang layak dipantau dalam beberapa pekan mendatang.
"Ya ada kan gue juga orang, bukan robot." โ Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Menteri Keuangan.
Di sisi lain, pengakuan Purbaya soal sulit tidur dan rasa sebal menunjukkan bahwa pergantian kabinet tidak selalu berjalan mulus secara personal. Hal ini juga menggarisbawahi bahwa pejabat publik, sebagaimana manusia pada umumnya, memiliki reaksi emosional terhadap perubahan mendadak dalam karier mereka. Publik bisa menilai bahwa transparansi semacam ini justru memberi gambaran lebih manusiawi tentang dinamika kekuasaan.
Ke depan, pertanyaan besarnya bukan hanya soal siapa yang duduk di kursi Menteri Keuangan, melainkan bagaimana arah kebijakan fiskal akan dijaga di tengah ketidakpastian global. Apakah Suahasil Nazara akan melanjutkan warisan kebijakan pendahulunya, atau justru membawa pendekatan baru? Dan bagi Purbaya, apakah benar ia akan kembali sepenuhnya ke dunia trading, atau masih ada peran lain yang menantinya di panggung ekonomi nasional?



