Purbaya Serahkan Kursi Menkeu ke Suahasil, Estafet Kebijakan Fiskal Berlanjut
Baca dalam 60 detik
- Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengakhiri masa jabatan Menteri Keuangan setelah satu tahun dan menyerahkan tongkat estafet kepada Suahasil Nazara.
- Suahasil memberikan apresiasi atas kinerja Purbaya, sementara publik kini menantikan arah baru kebijakan fiskal di tengah tekanan ekonomi global.
- Pergantian ini menjadi rotasi kedua di kursi bendahara negara dalam kurun dua tahun, memunculkan pertanyaan tentang kesinambungan program prioritas pemerintah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi mengakhiri masa jabatannya setelah satu tahun memimpin Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan menyerahkan jabatan tersebut kepada Suahasil Nazara dalam prosesi serah terima di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda 1, Jakarta Pusat, Selasa (15/9). Langkah ini menandai rotasi kedua di kursi bendahara negara dalam dua tahun terakhir, setelah sebelumnya Purbaya menggantikan Sri Mulyani pada September 2025.
Suahasil dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sehari sebelumnya di Istana Negara. Dalam sambutannya, Suahasil menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Purbaya atas kepemimpinan selama setahun terakhir. Ia juga menyebut Purbaya memberikan sebuah iPad sebagai kenang-kenangan. "Saya ingin menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Pak Purbaya Yudhi Sadewa yang selama satu tahun memimpin Kementerian Keuangan," ujar Suahasil dalam acara tersebut.
Menurut Suahasil, Purbaya telah memperkenalkan cara kerja baru di Kemenkeu yang tercermin dalam seluruh aktivitas kementerian. Ia menambahkan bahwa beberapa program Kemenkeu baru dipahami masyarakat luas belakangan ini, padahal sudah lama dijalankan. "Ada pekerjaan Kementerian Keuangan yang baru diketahui masyarakat, padahal kami sudah mengerjakannya sejak dulu," jelasnya. Sementara itu, Purbaya hanya menyampaikan terima kasih singkat kepada seluruh jajaran Kemenkeu atas kerja sama selama satu tahun terakhir.
Bagi pelaku pasar dan investor, pergantian ini menimbulkan pertanyaan tentang arah kebijakan fiskal ke depan. Suahasil dikenal sebagai ekonom yang memiliki pengalaman panjang di Kemenkeu, termasuk saat menjabat Wakil Menteri Keuangan. Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan: tekanan global, kebutuhan pembiayaan defisit, dan target penerimaan negara yang harus dipenuhi. Kesinambungan program prioritas seperti reformasi perpajakan dan belanja produktif akan menjadi ujian awal.
"Saya ingin menyampaikan penghargaan yang luar biasa apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Purbaya Yudhi Sadewa yang selama 1 tahun terakhir memimpin kementerian keuangan," ujar Suahasil Nazara.
Pengamat ekonomi menilai transisi ini relatif mulus karena Suahasil sudah memahami seluk-beluk Kemenkeu. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa stabilitas kebijakan fiskal sangat penting untuk menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global. Beberapa pekerjaan rumah yang menanti antara lain optimalisasi penerimaan negara, pengelolaan utang yang prudent, dan percepatan realisasi belanja untuk mendorong pertumbuhan.
Di sisi lain, publik berharap Menteri Keuangan baru dapat mempercepat program yang berdampak langsung pada kesejahteraan, seperti bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran juga menjadi sorotan. Suahasil diharapkan mampu melanjutkan reformasi birokrasi di lingkungan Kemenkeu yang sempat digagas Purbaya.
Ke depan, fokus utama adalah bagaimana Suahasil merancang strategi fiskal untuk menghadapi tahun anggaran berikutnya. Apakah ia akan melanjutkan gaya kepemimpinan Purbaya atau membawa pendekatan baru? Yang jelas, pasar akan mencermati setiap sinyal kebijakan yang keluar dari Kemenkeu dalam beberapa bulan mendatang.



