Donyell Malen Cetak Sejarah di Roma: 6 Gol dalam 4 Laga, Setara Totti dan Manfredini
Baca dalam 60 detik
- Donyell Malen mencetak enam gol dalam empat pertandingan Serie A pertamanya bersama AS Roma, menyamai rekor Francesco Totti dan Pedro Manfredini.
- Performa impresif Malen membawa Roma meraih empat kemenangan beruntun, menjadikan mereka salah satu kandidat kuat juara musim ini.
- Konsistensi Malen di depan gawang berpotensi meningkatkan nilai jualnya di pasar transfer dan memperkuat posisi tawar Roma di bursa pemain.

Donyell Malen menorehkan rekor bersejarah di Serie A. Penyerang asal Belanda itu menjadi pemain ketiga dalam sejarah AS Roma yang mampu mencetak lebih dari lima gol dalam empat pertandingan pembuka klub di kompetisi tersebut, menyusul Pedro Manfredini (1960/1961) dan Francesco Totti (2001/2002).
Gol keenam Malen tercipta saat Roma mengalahkan Torino 2-0 di Stadion Olimpico, Senin (14/9/2026) malam WIB. Nicolo Pisilli menambah satu gol, memastikan I Lupi menyapu bersih empat laga awal musim ini dengan kemenangan. Sebelumnya, Malen sudah mencetak hat-trick ke gawang Fiorentina dan dua gol di markas Lecce.
Sejak bergabung dengan Roma pada pertengahan musim lalu sebagai pemain pinjaman dari Aston Villa, Malen langsung menunjukkan ketajamannya. Ia menorehkan 14 gol dalam 18 penampilan, dan kini totalnya mencapai 20 gol plus dua asis dari 22 pertandingan Serie A. Tidak ada pemain lain yang lebih produktif di liga sejak kehadirannya.
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, mengakui bahwa performa Malen melampaui ekspektasi. "Saya sudah tahu sejak awal tahun bahwa merekrutnya adalah langkah penting. Namun, dia telah melampaui semua perkiraan," ujar Gasperini sebelum laga melawan Torino.
"Saya sudah tahu sejak awal tahun bahwa merekrut Malen itu akan jadi langkah penting. Akan tetapi dia sudah melampaui semua ekspektasi." - Gian Piero Gasperini
Konsistensi Malen tidak hanya berdampak pada performa tim, tetapi juga pada nilai pasarnya. Menurut data Opta, pemain berusia 27 tahun itu kini menjadi salah satu striker paling tajam di Eropa. Jika ia mempertahankan tren ini, Roma diprediksi akan menghadapi tawaran besar dari klub-klub elite pada jendela transfer berikutnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Malen menjadi contoh nyata bagaimana pemain yang sempat dipinjamkan dapat menjelma menjadi bintang utama. Hal ini juga relevan bagi klub-klub Liga 1 yang sering meminjam pemain untuk meningkatkan daya saing. Keberhasilan Malen menunjukkan pentingnya scouting dan kepercayaan pada pemain pinjaman.
Dengan empat kemenangan beruntun, Roma saat ini memuncaki klasemen sementara Serie A. Jika Malen terus mencetak gol, bukan tidak mungkin ia akan menantang rekor Totti sebagai top skor sepanjang masa klub. Pertanyaannya, akankah Malen mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim dan membawa Roma meraih scudetto pertama sejak 2001?



