Prabowo Kembali Rombak Kabinet: Suahasil Nazara Gantikan Purbaya di Kursi Menteri Keuangan
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam perombakan kabinet keenam sejak 2024.
- Suahasil bukan figur baru di Kemenkeu; ia pernah menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal dan Wakil Menteri Keuangan sejak era Jokowi.
- Pergantian ini menandai kedua kalinya posisi Menkeu berganti dalam pemerintahan Prabowo, setelah Purbaya menggantikan Sri Mulyani pada 2025.

Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan kabinet dengan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan berlangsung pada Senin (14/9/2026) sore, menandai reshuffle keenam sejak Prabowo memimpin pemerintahan pada Oktober 2024. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan mendampingi Purbaya.
Pergantian ini menjadi yang kedua kalinya posisi Menkeu berganti di era Prabowo. Sebelumnya, Purbaya sendiri masuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada 2025. Dengan demikian, dalam kurun kurang dari dua tahun, kursi orang nomor satu di Kementerian Keuangan sudah dua kali mengalami rotasi. Langkah ini memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan fiskal ke depan, terutama di tengah tekanan global dan kebutuhan pembiayaan pembangunan.
Suahasil bukan orang baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan Bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009-2011. Kariernya menanjak ketika dipercaya sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada 31 Oktober 2016. Pada 25 Oktober 2019, ia dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju era Presiden Joko Widodo. Jabatan itu terus diembannya saat pemerintahan beralih ke Prabowo pada Oktober 2024.
Penunjukan Suahasil dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan kebijakan fiskal. Ia dikenal memiliki pemahaman mendalam tentang desentralisasi fiskal dan kebijakan anggaran. Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan: pertumbuhan ekonomi global melambat, harga komoditas berfluktuasi, dan kebutuhan belanja negara untuk program prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan terus meningkat. Pasar obligasi dan nilai tukar rupiah akan menjadi indikator awal respons investor terhadap pergantian ini.
"Penggantian Menteri Keuangan di tengah tahun anggaran berjalan memerlukan penyesuaian cepat, terutama dalam komunikasi dengan pasar dan mitra internasional," ujar seorang analis fiskal dari lembaga riset independen, yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Bagi publik Indonesia, pergantian ini berdampak langsung pada arah subsidi, insentif pajak, dan program bantuan sosial. Suahasil akan segera dihadapkan pada penyusunan APBN 2027 dan evaluasi realisasi anggaran 2026. Keputusannya dalam beberapa bulan pertama akan menjadi sinyal apakah pemerintah akan memperketat disiplin fiskal atau justru memperluas ruang belanja untuk mendorong pertumbuhan. Dunia usaha menanti kepastian regulasi, sementara masyarakat berharap kebijakan yang berpihak pada daya beli.
Dengan rekam jejak panjang di birokrasi fiskal, Suahasil diharapkan mampu menjembatani kepentingan politik dan kebutuhan ekonomi. Namun, pertanyaannya: apakah pergantian ini akan membawa stabilitas yang dicari, atau justru menambah ketidakpastian di tengah dinamika global? Hanya waktu yang akan membuktikan, tetapi langkah Prabowo ini menegaskan bahwa ia tidak ragu melakukan rotasi untuk memastikan kabinetnya bekerja sesuai visi.



