Rangers Siapkan 3-5 Rekrutan Baru: Target Bangkit dari Awal Musim yang Buruk
Baca dalam 60 detik
- Klub Skotlandia, Rangers, berencana menambah tiga hingga lima pemain sebelum bursa transfer ditutup, menyusul sembilan rekrutan yang sudah bergabung.
- Hasil awal musim yang mengecewakan, termasuk satu poin dari dua laga liga dan defisit di kualifikasi Europa League, mendorong manajemen untuk bergerak cepat.
- CEO Jim Gillespie mengkritik keputusan VAR yang merugikan tim dan meminta strategi perbaikan wasit dari asosiasi sepak bola Skotlandia.

Rangers Football Club memastikan akan terus berbelanja pemain di sisa bursa transfer musim panas ini. Ketua klub, Andrew Cavenagh, menyatakan target tiga hingga lima rekrutan baru masih mungkin direalisasikan, meskipun ia mengakui hasil awal musim belum sesuai harapan.
Klub yang bermarkas di Ibrox itu telah mendatangkan sembilan wajah baru pada musim panas ini. Namun, di bawah arahan manajer baru Derek McInnes, tim baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan Scottish Premiership. Lebih memprihatinkan lagi, mereka tertinggal 1-2 dari wakil Polandia, Jagiellonia Bialystok, pada leg pertama babak kualifikasi ketiga Liga Europa pekan lalu.
Dalam forum terbuka di Glasgow, Cavenagh menyebut proses transfer sejauh ini berjalan "kaku", tetapi ia menegaskan klub bekerja keras untuk meraih kesuksesan. "Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan. Saya tidak suka menyebut angka, tapi saya berharap tiga hingga lima pemain lagi akan datang dan beberapa pemain mungkin akan pergi," ujarnya di hadapan para pemegang saham.
Kritik juga datang dari CEO Jim Gillespie terkait keputusan wasit yang merugikan Rangers. Ia mengonfirmasi klub telah meminta klarifikasi dari Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) mengenai penalti yang diberikan kepada Hibernian dalam kekalahan 1-2 pada Minggu lalu. Menurut Gillespie, wasit hanya boleh dipanggil untuk melihat tayangan ulang jika terjadi kesalahan yang jelas dan nyata. "Saya tidak melihat itu sebagai kesalahan yang jelas atau nyata. Kami butuh strategi untuk mengembangkan wasit dan VAR. Pertanyaan saya untuk SFA adalah, apa strategi perbaikannya?" tegasnya.
Gillespie juga membahas penunjukan McInnes yang musim lalu nyaris membawa Heart of Midlothian juara. Ia membandingkan gaya manajer baru dengan pelatih top Eropa. "Anda bisa memilih manajer bergaya Pep Guardiola atau Jurgen Klopp. Kami menginginkan gaya Klopp yang bermain menyerang. Derek sudah lama masuk daftar kami dan kami yakin dia cocok dengan gaya serta budaya klub ini," jelas Gillespie.
Di tengah tekanan, Cavenagh tetap optimistis. "Saat kami datang sekitar setahun lalu, ambisi kami adalah kemenangan berkelanjutan dan menang secara berkelanjutan. Saya paham kami belum sampai di sana, tapi saya lebih optimistis sekarang daripada setahun lalu," katanya. Ia juga menegaskan klub tidak akan larut dalam kekecewaan. "Kami bisa melihat tiga pertandingan pertama dan bersedih, tapi kami tidak akan melakukan itu. Kami sadar finis kedua dan terkadang lebih buruk telah merasuki setiap sudut klub ini, dan kami harus mengubahnya. Tapi itu butuh waktu."
Rangers akan menjamu Jagiellonia pada leg kedua Kamis ini. Pemenangnya akan bertemu juara Irlandia Utara, Larne, atau Iberia Tbilisi dari Georgia di babak play-off. Dengan jadwal padat sebelum bursa transfer ditutup, Cavenagh mengakui situasi ini tidak ideal. "Memang menyebalkan harus memainkan sejumlah pertandingan penting sebelum bursa ditutup, tapi begitulah aturannya," pungkasnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika di klub sebesar Rangers menjadi pelajaran tentang pentingnya manajemen transfer yang efektif dan kesabaran dalam membangun tim. Keputusan kontroversial VAR yang dikritik klub juga mengingatkan bahwa teknologi tetap memerlukan pengawasan dan evaluasi berkelanjutan, sebuah isu yang relevan bagi perkembangan sepak bola nasional. Pertanyaannya, akankah perombakan besar-besaran ini mampu mengangkat performa Rangers sebelum musim semakin panas?



