Rangers Siap Rekrut Kevin Kelsy, Striker Venezuela dengan Kisah Hidup Penuh Drama
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Portland Timbers, Kevin Kelsy, dikabarkan sepakat bergabung dengan Rangers, menambah opsi lini depan klub Skotlandia itu.
- Kelsy membawa pengalaman bermain di empat negara, termasuk Ukraina saat perang, serta postur 193 cm yang menjanjikan kekuatan udara.
- Kedatangannya berpotensi memicu perombakan lini serang Rangers, dengan Bojan Miovski sebagai kandidat utama yang akan dilepas.

Glasgow โ Rangers dikabarkan telah mencapai kesepakatan transfer untuk mendatangkan penyerang muda Venezuela, Kevin Kelsy, dari Portland Timbers. Langkah ini menjadi sinyal ambisi klub untuk memperkuat lini depan di tengah badai cedera yang melanda skuad.
Kelsy, yang baru berusia 22 tahun, bukanlah nama asing di pentas sepak bola global. Kariernya yang masih belia telah diwarnai petualangan luar biasa: dari bersembunyi di truk tambang demi mengejar mimpi, hingga bermain di tengah konflik bersenjata di Ukraina. Kini, ia siap mengukir babak baru di Liga Skotlandia.
Perjalanan Kelsy dimulai di klub kampung halamannya, Mineros de Guayana, saat usianya baru 16 tahun. Namun, jalan menuju debut profesionalnya tidaklah mudah. Jarak 800 kilometer dari Valencia ke markas klub harus ditempuh di tengah larangan perjalanan akibat pandemi Covid-19. Solusinya? Bersembunyi di dalam truk pengangkut material tambang.
"Itu ide yang gila, tapi saya hanya mengikuti mimpi," ujarnya dalam wawancara dengan blog resmi Portland Timbers. "Saya terlalu muda untuk berpikir logis, yang ada hanya tekad menjadi pemain profesional di Eropa."
Setelah mencatatkan lima gol dalam 24 penampilan di Venezuela, Kelsy pindah ke Shakhtar Donetsk pada 2022. Di klub Ukraina tersebut, ia merasakan atmosfer perang secara langsung. "Saya melihat drone perang ditembak jatuh di langit. Momen-momen itu membentuk mental saya," kenangnya. Meski demikian, ia tetap tampil impresif dengan sembilan gol dalam 37 laga dan membantu tim meraih dua gelar liga.
Kepindahannya ke Amerika Serikat pada 2024 menjadi langkah berikutnya. Setelah masa pinjaman yang produktif di FC Cincinnati, Kelsy menetap di Portland Timbers. Catatannya di MLS cukup meyakinkan: 16 gol dalam 53 penampilan. Ketajamannya itu pula yang membuat Rangers kepincut.
Dengan tinggi 193 sentimeter, Kelsy diharapkan mengisi kekosongan lini serang yang ditinggalkan Youssef Chermiti yang cedera ligamen. Manajer umum Timbers, Ned Grabavoy, memuji etos kerja pemainnya. "Dia seperti blok yang kokoh, kadang bekerja terlalu keras. Kami mencoba mengarahkannya untuk bekerja lebih efisien," ujarnya.
Kedatangan Kelsy diprediksi akan memicu persaingan ketat di lini depan Rangers. Kapten anyar Lawrence Shankland, yang baru mencetak gol pertamanya musim ini, menjadi pilihan utama pelatih Derek McInnes. Sementara itu, Bojan Miovski, yang musim lalu mencetak 14 gol, justru jarang dimainkan dan hanya tampil sekali sebagai pengganti musim ini. Jika Kelsy resmi bergabung, Miovski menjadi kandidat terkuat untuk hengkang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kepindahan Kelsy ke Rangers menarik untuk disimak. Klub sekelas Rangers kerap menjadi batu loncatan pemain Amerika Selatan menuju liga top Eropa. Jika Kelsy sukses, ia bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia yang bercita-cita berkarier di Eropa, meski harus menempuh jalan terjal.
Dengan segala pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, Kelsy diharapkan mampu memberikan dimensi baru bagi permainan Rangers. Pertanyaannya, akankah ia langsung menjadi langganan starter atau justru menjadi pelengkap di bangku cadangan? Hanya waktu yang bisa menjawab.



