Everton Putar Haluan ke Mauro Icardi Usai Batal Dapat Balogun
Baca dalam 60 detik
- Setelah gagal mengamankan Folarin Balogun di hari penutupan bursa, Everton kini mengarahkan radar ke striker bebas transfer Mauro Icardi.
- Icardi dianggap sebagai finisher kelas atas, tetapi reputasi dan riwayat cedera ACL menjadi pertimbangan utama bagi klub Premier League.
- Jika jadi direkrut, Icardi akan menjadi opsi pelapis Thierno Barry, yang selama ini menjadi satu-satunya penyerang murni di skuad Moyes.

Everton dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk merekrut mantan striker Galatasaray, Mauro Icardi, sebagai solusi darurat lini depan mereka. Langkah ini muncul setelah kegagalan mendatangkan Folarin Balogun dari AS Monaco pada hari terakhir bursa transfer musim panas, yang membuat manajer David Moyes harus berpikir cepat untuk menambal lubang di sektor penyerang.
Kegagalan transfer Balogun menjadi pukulan telak bagi The Toffees. Pemain asal Amerika Serikat itu sebenarnya sudah menjalani tes medis, namun memutuskan untuk tidak melanjutkan kepindahan ke Goodison Park. Akibatnya, Everton kini hanya memiliki Thierno Barry sebagai satu-satunya penyerang tengah murni, sebuah situasi yang jelas tidak ideal untuk menghadapi padatnya jadwal kompetisi.
Dengan bursa transfer Januari yang masih jauh, Moyes hanya bisa mengandalkan pemain bebas transfer untuk memperkuat skuadnya. Nama Anthony Martial sempat mencuat sebagai kandidat utama, mengingat pengalamannya di Premier League bersama Manchester United dengan torehan 63 gol. Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa Icardi juga masuk dalam daftar pertimbangan, memberikan alternatif menarik bagi manajer asal Skotlandia tersebut.
Icardi, yang kini berusia 33 tahun, telah membuktikan ketajamannya di berbagai liga top Eropa, mulai dari Inter Milan, Paris Saint-Germain, hingga Galatasaray. Kontraknya bersama klub asal Turki itu berakhir pada akhir Juni lalu, sehingga ia dapat direkrut secara gratis. Meski belum pernah merasakan kerasnya Premier League, rekam jejak golnya yang konsisten menjadi daya tarik utama.
Pengamat sepak bola Eropa, Andy Brassell, menilai bahwa Icardi telah banyak berubah sejak bergabung dengan Galatasaray. Ia menyebut pemain Argentina itu sebagai pribadi yang profesional, memiliki jiwa kepemimpinan, dan tetap tajam di depan gawang. Namun, Brassell juga mengingatkan bahwa reputasi Icardi yang sempat buruk, termasuk konfliknya dengan Lionel Messi di tim nasional Argentina, bisa menjadi penghalang bagi klub-klub Premier League untuk merekrutnya.
Menurut jurnalis ESPN, Luiz Carlos Largo, Everton kini serius mempertimbangkan Icardi sebagai opsi pelapis Barry. Kehadirannya diharapkan bisa memberikan kedalaman skuad yang dibutuhkan Moyes, terutama jika Barry mengalami cedera atau kelelahan. Meski demikian, risiko cedera ACL yang pernah diderita Icardi menjadi tanda tanya besar, mengingat usianya yang tidak lagi muda.
Keputusan Everton untuk melirik Icardi menunjukkan kepraktisan di tengah keterbatasan. Dengan status bebas transfer, klub tidak perlu mengeluarkan biaya mahal, namun harus siap menanggung gaji tinggi dan risiko fisik. Pertanyaannya, apakah Icardi masih bisa tampil konsisten di liga sekelas Premier League? Atau justru ia akan menjadi investasi yang sia-sia seperti beberapa pemain veteran lainnya?
Bagi Everton, langkah ini adalah bentuk pragmatisme untuk menyelamatkan musim. Namun, publik Goodison Park tentu berharap manajemen tidak hanya mencari solusi jangka pendek, melainkan juga memikirkan regenerasi lini depan yang lebih berkelanjutan. Apakah Icardi akan menjadi jawaban atau justru menambah daftar panjang penyesalan transfer? Waktu yang akan menjawab.



