Buru Bek Tangguh Newcastle, Manchester United Siapkan Dana Rp1,2 Triliun demi Perbaiki Lini Pertahanan
Baca dalam 60 detik
- Setan Merah memantau bek tengah Newcastle, Malick Thiaw, sebagai solusi atas rentannya pertahanan yang menuai kritik.
- Nilai transfer diperkirakan menembus ยฃ70 juta, dengan Liverpool turut mengintai situasi sang pemain.
- Kontrak Thiaw hingga 2029 membuat Newcastle berada di posisi kuat dalam negosiasi.

Manchester United dikabarkan telah memasuki persaingan untuk mendapatkan bek tengah Newcastle United, Malick Thiaw, di tengah sorotan tajam terhadap performa lini belakang yang dinilai rapuh. Langkah ini dianggap sebagai respons atas kritik yang dilontarkan Gary Neville, yang meragukan kemampuan Setan Merah bersaing di papan atas jika kebobolan terus berulang.
Kekhawatiran Neville muncul setelah United bermain imbang 2-2 melawan Everton. Ia menilai masalah pertahanan tidak akan hilang dengan sendirinya dan akan terus menghantui tim asuhan Michael Carrick. Hingga pekan-pekan awal musim, hanya empat klub yang kebobolan lebih banyak dari United, dengan total enam gol bersarang di gawang mereka. Situasi ini diperparah dengan kontrak dua bek tengah yang akan habis pada akhir musim, memaksa klub untuk bergerak cepat di bursa transfer.
Thiaw, yang direkrut Newcastle dari AC Milan musim panas lalu, dinilai memiliki profil ideal untuk memperkuat pertahanan United. Mantan manajer Newcastle, Eddie Howe, pernah menyebutnya sebagai talenta luar biasa dengan kemampuan lengkap. Sejak bergabung, pemain berusia 25 tahun itu langsung menjadi pilar penting, mencatatkan menit bermain tertinggi di skuad musim lalu dan kini memimpin statistik sapuan bersih di timnya.
Menurut laporan Caught Offside, United bukan satu-satunya klub yang tertarik. Liverpool juga dikabarkan memantau perkembangan Thiaw sebagai bagian dari rencana perombakan lini belakang mereka. Namun, Newcastle berada dalam posisi tawar yang kuat karena kontrak pemain asal Jerman itu masih berlaku hingga 2029. Untuk melepasnya, The Magpies dikabarkan mematok banderol antara ยฃ65 juta hingga ยฃ70 juta, atau setara lebih dari Rp1,2 triliun.
Bagi pengamat sepak bola, minat United terhadap Thiaw bukan sekadar isu transfer biasa. Ini mencerminkan kegagalan rekrutmen bek dalam beberapa tahun terakhir, yang membuat klub harus merogoh kocek dalam untuk memperbaiki lini pertahanan. Di sisi lain, persaingan dengan Liverpool menambah kompleksitas, mengingat kedua klub kerap bersaing di bursa transfer untuk pemain incaran yang sama.
Konteks ini juga relevan bagi penggemar sepak bola di Indonesia, yang mayoritas mendukung klub-klub Premier League. Keputusan transfer seperti ini tidak hanya memengaruhi performa tim di liga, tetapi juga berdampak pada persaingan komersial dan basis penggemar di Asia Tenggara. Kehadiran pemain sekelas Thiaw di United atau Liverpool akan semakin memperketat persaingan di papan atas Inggris.
Meski minat kedua klub masih bersifat awal, langkah United untuk memantau Thiaw menunjukkan keseriusan mereka. Namun, dengan harga yang fantastis dan kontrak jangka panjang, apakah United berani mengambil risiko? Atau justru Liverpool yang akan memenangkan perburuan ini? Keputusan di bursa transfer mendatang akan menjadi jawabannya.



