Kecelakaan Maut di Tol Tangerang-Merak: KH Ahmad Fudholi Meninggal, Truk Parkir di Bahu Jalan Jadi Sorotan
Baca dalam 60 detik
- KH Ahmad Fudholi, pimpinan Ponpes Al-Hijaiyyah, meninggal dalam kecelakaan di Tol Tangerang-Merak saat perjalanan pulang dari Pandeglang.
- Kecelakaan terjadi dini hari saat mobil Pajero menabrak truk yang berhenti di bahu jalan; polisi masih menyelidiki penyebab pasti.
- Insiden ini menyoroti risiko kecelakaan akibat kendaraan berhenti di bahu jalan, yang kerap terjadi di jalan tol Indonesia.

Kecelakaan maut di ruas Tol Tangerang-Merak merenggut nyawa KH Ahmad Fudholi, pimpinan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah, Kabupaten Tangerang. Ulama tersebut menjadi korban saat mobil yang ditumpanginya menabrak truk yang tengah berhenti di bahu jalan pada Jumat (4/9/2026) dini hari.
Peristiwa terjadi di Km 63+800 B, wilayah Kabupaten Serang, sekitar pukul 03.00 WIB. Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Serang, Ipda Sigit Prayogi, kendaraan Mitsubishi Pajero berwarna putih yang ditumpangi korban melaju dari arah Pandeglang menuju Tangerang. Mobil tersebut diduga kehilangan kendali, oleng dari lajur kanan ke kiri, lalu menghantam bagian belakang truk yang diparkir di bahu jalan.
Dampak tabrakan cukup parah. Bagian depan mobil ringsek, menyebabkan dua orang di dalamnya—sopir dan KH Ahmad Fudholi—mengalami luka berat. Keduanya sempat dilarikan ke RS Hermina Ciruas untuk pertolongan pertama, namun kemudian dirujuk ke RSUD Tangerang. Namun, nyawa KH Ahmad Fudholi tidak tertolong. Polisi belum merinci kondisi sopir, namun memastikan korban jiwa dalam insiden ini berjumlah dua orang.
Kecelakaan ini menyoroti praktik berhenti di bahu jalan yang kerap menjadi pemicu kecelakaan fatal di jalan tol. Bahu jalan sejatinya hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat, namun masih banyak pengemudi truk yang menggunakannya untuk beristirahat atau sekadar berhenti tanpa memasang rambu peringatan yang memadai. Hal ini meningkatkan risiko bagi pengguna jalan lain, terutama pada jam-jam sepi seperti dini hari ketika konsentrasi pengemudi menurun.
Ipda Sigit Prayogi menjelaskan bahwa truk yang ditabrak dalam keadaan berhenti di bahu jalan. "Di bahu jalan ada mobil truk yang sedang berhenti, kemudian mobil korban menabrak bagian belakang truk," ujarnya. Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor kelelahan pengemudi atau kondisi kendaraan.
"Kendaraan yang ditumpangi KH Ahmad Fudholi melaju di jalan, kemudian diduga kehilangan kendali, dari arah kanan jalan tiba-tiba mengarah ke kiri jalan," kata Ipda Sigit Prayogi.
Kepergian KH Ahmad Fudholi meninggalkan duka mendalam bagi jamaah dan santri Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah. Sosoknya dikenal sebagai ulama kharismatik yang aktif membina umat di Kabupaten Tangerang. Kabar ini pun menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan berkendara, terutama bagi mereka yang kerap melakukan perjalanan jauh di malam hari.
Kasus ini juga membuka kembali diskusi tentang penegakan aturan lalu lintas di jalan tol, khususnya larangan berhenti di bahu jalan tanpa alasan darurat. Pengamat keselamatan transportasi menilai perlu ada sosialisasi lebih intensif dan penindakan tegas terhadap pelanggaran, mengingat kecelakaan serupa kerap terjadi di berbagai ruas tol di Indonesia.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Akankah insiden ini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan bahu jalan tol di Indonesia? Publik menanti langkah konkret dari pengelola jalan tol dan aparat penegak hukum untuk mencegah tragedi serupa terulang.



