Pereira Yakin Rematch dengan Gane Terwujud: 'Saya Akan Buktikan Diri'
Baca dalam 60 detik
- Alex Pereira menegaskan duel ulang melawan Ciryl Gane adalah prioritasnya setelah kekalahan di UFC tahun lalu.
- Gane berpotensi menghadapi Tom Aspinall, tetapi cedera mata sang juara membuat laga undisputed belum pasti.
- Pereira mengkritik pukulan ilegal Gane dan ingin merebut gelar ketiga untuk mencatat sejarah baru di UFC.

Alex Pereira menegaskan bahwa laga ulang melawan Ciryl Gane adalah target utamanya setelah kekalahan KO di laga perebutan gelar interim kelas berat UFC tahun lalu. Petarung Brasil berusia 39 tahun itu mengaku siap membuktikan kemampuannya dan mewujudkan ambisi menjadi juara tiga divisi pertama dalam sejarah UFC.
Pereira, yang sebelumnya sukses di kelas menengah dan kelas berat ringan, mengungkapkan keyakinannya bahwa rematch dengan Gane akan terjadi. Melalui media sosial, ia menyebut duel itu adalah yang paling masuk akal meski banyak opini berbeda beredar. "Saya melihat banyak pendapat, tetapi saya pikir pertarungan yang masuk akal adalah Ciryl Gane," ujarnya, seperti dikutip BBC Sport.
Kekalahan Pereira dari Gane pada Juni lalu tidak hanya menghentikan lajunya meraih gelar juara tiga divisi, tetapi juga memicu kontroversi. Pereira menilai sejumlah pukulan keras Gane mengenai bagian belakang kepalanya, yang dianggapnya ilegal. Klaim tersebut dibantah oleh Gane. Meski demikian, Pereira mengaku tetap antusias untuk kembali berduel dan menunjukkan kapasitasnya meraih sabuk ketiga.
Di sisi lain, laga yang lebih dinanti publik sebenarnya adalah duel antara Gane dan juara bertahan Tom Aspinall. Namun, petarung asal Inggris itu masih dalam masa pemulihan cedera mata yang dialaminya saat menghadapi Gane hampir setahun lalu. Meski telah diizinkan kembali berlatih, tanggal kembalinya Aspinall belum jelas. Jika ia absen hingga akhir 2026, bukan tidak mungkin Gane akan mengambil pertarungan lain di sela-sela masa tunggu tersebut.
Bagi penggemar MMA di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk disimak. Pereira adalah salah satu petarung paling populer berkat gaya striking agresifnya yang kerap menjadi tontonan spektakuler. Duel ulang dengan Gane tidak hanya menentukan arah karier Pereira, tetapi juga memengaruhi peta persaingan di divisi kelas berat UFC, yang selalu mendapat sorotan besar dari komunitas bela diri Tanah Air.
Kontroversi pukulan ilegal yang diangkat Pereira menambah bumbu perseteruan. Dalam MMA, pukulan ke belakang kepala memang dilarang keras karena berisiko cedera serius. Gane membantah tuduhan tersebut, tetapi insiden ini tetap menjadi sorotan dan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam rematch nanti. Pereira sendiri menegaskan bahwa dengan kesempatan kedua, ia akan tampil lebih baik dan menunjukkan apa yang bisa ia capai.
Sementara itu, kabar lain datang dari Michael 'Venom' Page yang dikeluarkan dari peringkat UFC setelah kontraknya habis. Kemenangan kontroversialnya atas Nursulton Ruziboev di UFC Paris mendapat cemoohan penonton, dan ia hanya mendaratkan 12 pukulan signifikan sepanjang tiga ronde. Media diminta untuk tidak lagi memasukkan namanya dalam pertimbangan peringkat, yang mengindikasikan bahwa ia tidak akan memperpanjang kontrak dengan UFC. Page sendiri belum memberikan pernyataan jelas mengenai masa depannya, hanya mengucapkan terima kasih kepada penggemar Paris.
Pereira, dengan ambisinya yang besar, kini menunggu kepastian dari pihak UFC. Apakah ia akan mendapatkan rematch yang diinginkannya, ataukah UFC akan mengarahkannya ke laga lain? Yang jelas, Pereira tidak akan berhenti bermimpi menjadi juara tiga divisi, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi dalam sejarah UFC. Pertanyaannya, mampukah ia mengatasi trauma kekalahan dan membuktikan bahwa dirinya memang layak disebut yang terbaik?



