Cris Cyborg Batalkan Pensiun Usai Menang Tipis, Tantang Claressa Shields dan Kayla Harrison
Baca dalam 60 detik
- Petarung MMA legendaris asal Brasil, Cris Cyborg, mengisyaratkan akan melanjutkan kariernya setelah menang angka atas Ketlen Vieira di PFL Tampa, meski performanya jauh dari dominan.
- Kemenangan ke-30 itu sekaligus menjadi ajang 'call out' bagi dua nama besar: petinju Claressa Shields dan mantan juara PFL Kayla Harrison, yang kini berlaga di UFC.
- Status Cyborg sebagai agen bebas membuka peluang laga super fight lintas organisasi, yang bisa menjadi magnet besar bagi industri MMA global, termasuk pasar Asia.

Karier Cris Cyborg di MMA sepertinya belum akan berakhir. Petarung Brasil berusia 41 tahun itu mengindikasikan akan tetap bertarung setelah meraih kemenangan angka yang sulit atas Ketlen Vieira dalam laga lima ronde di PFL Tampa, Florida, akhir pekan lalu. Kemenangan ini menjadi yang ke-30 dalam kariernya, namun jalannya pertarungan jauh dari kata mudah.
Cyborg, yang dijuluki 'The Predator', nyaris kehilangan kendali atas Vieira yang tampil agresif sejak ronde awal. Vieira, yang gagal memenuhi batas berat badan sehingga tidak berhak merebut gelar, justru tampil dominan di beberapa momen. Ia bahkan sempat mengguncang Cyborg dengan pukulan keras di penghujung ronde kedua. Meski demikian, ketiga juri kompak memberikan kemenangan untuk Cyborg.
Kemenangan ini menjadi bahan bakar bagi Cyborg untuk melontarkan tantangan terbuka. "Saya siap menghadapi siapa pun. Delapan tahun tak terkalahkan. Saya siap untuk siapa saja, kapan saja, di kelas berat apa pun," ujarnya usai laga, seperti dikutip BBC Sport. Ia kemudian secara khusus menantang petinju Claressa Shields yang selama ini ia kejar, serta Kayla Harrison, mantan juara PFL yang kini berlaga di UFC.
"Claressa Shields, dia takut menghadapi saya. Kamu penakut," sindir Cyborg. "Vieira punya nyali lebih besar darimu." Kepada Shields, Cyborg bahkan bercanda agar lawannya itu mengurangi porsi makan agar bisa bertemu di kelas menengah. Sementara kepada Harrison yang hadir di arena, Cyborg menantangnya berduel dan menyarankan agar Harrison segera memulihkan cedera lehernya untuk kemudian menantang Amanda Nunes.
Status Cyborg sebagai agen bebas setelah laga ini menjadi daya tarik tersendiri. Dengan pengalaman di UFC, Bellator, dan kini PFL, ia memiliki posisi tawar yang kuat. Analis MMA menilai tantangan Cyborg terhadap Shields bisa menjadi laga lintas disiplin yang sangat diminati, mengingat Shields adalah juara tinju dunia tiga kelas. Namun, perbedaan kelas dan aturan akan menjadi negosiasi yang rumit.
Di bawah card utama, petarung Inggris Luke Trainer mencatat kemenangan impresif dengan menghentikan Roland Dunlap di ronde kedua melalui tendangan depan yang akurat ke wajah lawan. Kemenangan ini menjadi yang keenam beruntun bagi Trainer. Sementara itu, di UFC Fight Night 285, petarung Irlandia Shanelle Dyer kembali menunjukkan naluri KO-nya dengan menghentikan Elise Reed di ronde ketiga. Dyer kini memiliki rekor 8-1 dengan enam kemenangan KO/TKO.
Kekalahan telak justru dialami petarung Wales Mason Jones. Ia dihentikan wasit dalam posisi berdiri setelah dihujani siku oleh MarQuel Mederos di ronde kedua. Ini merupakan kekalahan pertama Jones sejak 2023, sekaligus menghentikan rentetan tujuh kemenangan beruntunnya. "Wajah tidak sakit, tapi harga diri yang perih. Rencananya adalah tidak terkena siku pendek, tapi saya terlalu bersemangat. Hidup adalah guru," tulis Jones di media sosial.
Bagi penggemar MMA di Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bahwa kelas atletik wanita semakin kompetitif. Meski belum ada petarung Indonesia yang menembus papan atas, ajang seperti PFL dan UFC terus menjadi barometer bagi para petarung Asia Tenggara yang bercita-cita tampil di panggung global. Pertarungan Cyborg yang tak kunjung pensiun juga menjadi inspirasi bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap berprestasi di olahraga yang menuntut fisik ekstrem ini.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Claressa Shields atau Kayla Harrison berani menerima tantangan Cyborg? Jika ya, laga tersebut berpotensi menjadi salah satu duel paling dinanti dalam sejarah MMA wanita. Namun, jika tidak, Cyborg mungkin harus mencari lawan lain yang sepadan, atau akhirnya memutuskan untuk gantung sarung tangan setelah semua tantangan terjawab.



