Liga Champions 2025/2026: PSG Incar Hat-trick, Arsenal dan Bayern Jadi Penantang Utama
Baca dalam 60 detik
- Paris Saint-Germain berambisi menjadi klub pertama sejak Real Madrid 2015-2018 yang meraih tiga gelar Liga Champions beruntun.
- Data statistik menempatkan Arsenal sebagai favorit juara dengan probabilitas 20,4 persen, unggul tipis atas Bayern Munich yang mencatat 20 persen.
- Manchester City harus melewati jalan terjal di fase liga setelah diundi melawan Barcelona dan PSG, sementara Liverpool diuntungkan dengan jadwal yang relatif mudah.

Liga Champions 2025/2026 resmi bergulir Selasa (16/9/2025) dengan Paris Saint-Germain mengusung misi bersejarah: menjadi klub pertama sejak Real Madrid 2015-2018 yang meraih tiga gelar beruntun. Namun, ambisi Les Parisiens itu bakal diuji lima wakil Inggris yang siap menggagalkan, dengan Arsenal tampil sebagai kandidat terkuat untuk memperbaiki posisi runner-up musim lalu.
Musim ini, turnamen antarklub paling bergengsi di Eropa itu mengadopsi format baru dengan 36 tim yang bersaing dalam fase liga. Setiap klub akan memainkan delapan pertandingan, dan delapan besar klasemen otomatis melaju ke babak gugur. Adapun final akan digelar di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 5 Juni 2026.
Menurut analis sepak bola Eropa, Julien Laurens, mempertahankan gelar tiga kali beruntun adalah misi yang hampir mustahil. "Dua gelar beruntun saja sudah istimewa. Tiga kali berturut-turut hanya mungkin jika Anda memiliki Cristiano Ronaldo di tim, dan PSG tidak memilikinya," ujarnya. Laurens memperkirakan PSG akan mencapai setidaknya semifinal, tetapi ia menjagokan Arsenal yang dinilainya memiliki pertahanan terbaik di Eropa saat ini.
Senada dengan Laurens, Guillem Balague justru melihat Barcelona sebagai ancaman serius. Klub asuhan Hansi Flick itu sedang dalam performa apik, meski masih membutuhkan tambahan bek tengah dan penyerang nomor sembilan untuk bersaing di level tertinggi. Balague juga menyoroti kebangkitan Arsenal yang kini tampil konsisten, serta potensi Bayern Munich, Real Madrid, atau Manchester City untuk mengisi satu tempat di semifinal.
Dari sisi statistik, Opta menempatkan Arsenal sebagai favorit utama dengan probabilitas 20,4 persen, hanya unggul tipis atas Bayern Munich yang mencatat 20 persen. Manchester City, yang menjuarai edisi 2023, berada di posisi ketiga dengan 12,7 persen. Menariknya, seluruh lima klub Premier League masuk dalam sepuluh besar dan memiliki peluang lebih dari 50 persen untuk melaju ke babak 16 besar.
Jadwal fase liga pun menjadi perhatian. Liverpool diuntungkan dengan undian termudah, sementara Manchester City justru mendapat tugas berat setelah diundi melawan Barcelona dan PSG dari pot satu, plus Napoli yang berada di peringkat 24. Arsenal, meski harus berhadapan dengan Real Madrid dan Bayern Munich, juga mendapatkan dua tim terlemah, yakni Sabah dan Slovan Bratislava, sehingga jalur mereka relatif mulus.
Sejumlah nama menjadi sorotan untuk mengisi panggung Liga Champions musim ini. Jude Bellingham diharapkan tampil moncer bersama Real Madrid di bawah asuhan Jose Mourinho, sementara Khvicha Kvaratskhelia dari PSG dinilai layak bersaing memperebutkan Ballon d'Or. Lamine Yamal dari Barcelona juga disebut-sebut akan menjadi pembeda berkat instruksi Flick untuk bermain tinggi dan agresif. Selain itu, Nico Paz dari Como dan Donyell Malen dari AS Roma adalah talenta muda yang patut dipantau.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, persaingan Liga Champions musim ini menawarkan tontonan menarik, terutama dengan hadirnya pemain-pemain bintang yang kerap menjadi idola. Meski tidak ada wakil Asia Tenggara, antusiasme publik Tanah Air terhadap kompetisi ini tetap tinggi, seiring dengan maraknya penayangan langsung di berbagai platform digital. Kehadiran pemain seperti Bellingham dan Yamal diharapkan mampu menghadirkan permainan spektakuler yang sayang untuk dilewatkan.
Dengan format baru yang lebih kompetitif dan persaingan yang ketat, pertanyaan besarnya adalah: akankah PSG menciptakan sejarah, atau justru Arsenal yang akhirnya mengangkat trofi pertamanya sejak 2006? Atau mungkinkah ada kejutan dari tim di luar empat besar? Musim ini akan menjadi jawabannya.



