Hadjar Kembali Absen di GP Spanyol, Lawson Perpanjang Tugas di Red Bull
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Red Bull, Isack Hadjar, dipastikan melewatkan GP Spanyol akhir pekan ini karena cedera pergelangan tangan yang belum pulih total.
- Liam Lawson kembali dipercaya menggantikan Hadjar, sementara Yuki Tsunoda tetap menjadi pengganti Lawson di Racing Bulls.
- Sirkuit Madrid, yang baru pertama kali menggelar F1, akan menjadi saksi bagaimana Red Bull mengelola situasi darurat tanpa mengorbankan performa.

Isack Hadjar dipastikan kembali absen pada Grand Prix Spanyol akhir pekan ini, menandai kali ketiga berturut-turut pembalap asal Prancis itu harus menepi dari ajang Formula One. Red Bull kembali menunjuk Liam Lawson sebagai pengganti sementara, sementara Yuki Tsunoda tetap bertahan di Racing Bulls untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Lawson.
Keputusan ini diumumkan kedua tim pada Senin, sehari setelah GP Italia di Monza yang berakhir dengan podium ketiga untuk Max Verstappen. Cedera pergelangan tangan yang dialami Hadjar saat latihan bulan lalu belum pulih sepenuhnya, sehingga manajemen tim memilih tidak mengambil risiko. Dalam pernyataan resminya, Red Bull menegaskan bahwa pemulihan Hadjar berjalan positif, tetapi pembalap muda itu belum siap kembali ke kokpit. Ia dijadwalkan tetap hadir di Madrid untuk mendukung tim dari sisi garasi.
Situasi ini menjadi ujian bagi kedalaman skuat Red Bull yang tengah bersaing ketat di klasemen konstruktor. Lawson, yang sebelumnya sempat turun di beberapa seri, kini mendapat kepercayaan lebih untuk membuktikan diri di tengah tekanan. Sementara itu, Tsunoda yang naik dari posisi cadangan harus beradaptasi cepat dengan lingkungan baru di Racing Bulls, berdampingan dengan rookie asal Inggris, Arvid Lindblad.
Menariknya, GP Spanyol tahun ini memiliki warna tersendiri. Sirkuit Madrid, atau yang dikenal dengan sebutan Madring, untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah balapan F1, menggantikan Circuit de Catalunya di Barcelona yang telah lama menjadi ikon. Perpindahan venue ini tidak hanya mengubah peta sirkuit, tetapi juga menghadirkan tantangan teknis baru bagi semua tim, termasuk Red Bull yang harus menyeimbangkan strategi balapan dengan kondisi fisik pembalap pengganti.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, dinamika ini menarik untuk disimak, terutama karena persaingan di lini tengah semakin ketat. Kehadiran Lawson dan Tsunoda di tim yang berbeda bisa memengaruhi keseimbangan kekuatan, mengingat keduanya sama-sama haus akan pengakuan. Apalagi, dengan semakin dekatnya seri balapan di Asia Tenggara, performa mereka akan menjadi sorotan.
Red Bull sendiri tampak tenang menghadapi situasi ini. Mereka menilai bahwa keputusan untuk tidak memaksakan Hadjar tampil adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan pembalap jangka panjang. Namun, pertanyaan besarnya adalah: akankah Lawson mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk mengamankan kursi tetap di masa depan? Atau justru Tsunoda yang akan mencuri perhatian dengan konsistensinya di Racing Bulls?
GP Spanyol di Madrid akhir pekan ini tidak hanya akan menjadi ajang pembuktian bagi para pembalap pengganti, tetapi juga ujian bagi sirkuit baru dalam memberikan tantangan yang layak bagi para elit F1. Semua mata akan tertuju pada bagaimana Red Bull mengelola transisi ini tanpa kehilangan ritme juara.



