Dari Pabrik ke Panggung Robot: Chery Bawa Humanoid Mornine Tembus 60 Negara
Baca dalam 60 detik
- Chery Group melalui Aimoga Robotics telah menjual lebih dari 2.000 unit robot humanoid ke 60 negara, menandai ekspansi agresif dari otomotif ke robotika.
- Robot Mornine, yang dipasarkan untuk dealer dan layanan publik, menjadi humanoid pertama di dunia yang mengantongi tiga sertifikasi keamanan Uni Eropa sekaligus.
- Langkah ini membuka peluang adopsi robot humanoid di Indonesia, terutama untuk sektor ritel, kesehatan, dan fasilitas umum, seiring dengan meningkatnya kebutuhan otomasi.

Chery Group, raksasa otomotif asal China, tidak lagi puas hanya memproduksi mobil listrik. Melalui anak usahanya, Aimoga Robotics, perusahaan ini kini menggarap robot humanoid dan telah memasarkan produknya ke lebih dari 60 negara dengan total penjualan menembus 2.000 unit. Langkah ini menandai pergeseran strategis pabrikan China yang mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), manufaktur, dan rantai pasok otomotif ke dalam industri robotika.
Produk unggulan Aimoga, robot humanoid bernama Mornine, dirancang untuk berinteraksi langsung dengan manusia dan telah digunakan di jaringan dealer otomotif di berbagai negara. Selain Mornine, Aimoga juga mengembangkan robot lalu lintas pintar, robot perawat, robot anjing Argos, serta robot pendamping rumah tangga Mobo. Perusahaan mengklaim telah memiliki lebih dari 100 skenario penggunaan nyata, mulai dari penerimaan tamu, pemanduan, konsultasi, hingga layanan pelanggan di ruang publik.
Yang menarik, Aimoga baru saja mengumumkan bahwa Mornine menjadi robot humanoid pertama di dunia yang memperoleh tiga sertifikasi Uni Eropa sekaligus: CE-MD (Machinery Safety Directive), EN 18031 (Cybersecurity and Data Protection), dan CE-RED (Radio Equipment Directive). Sertifikasi ini mencakup aspek keamanan perangkat keras dan lunak, serta perlindungan data. Menurut Zhang Guibing, President of Chery International sekaligus Aimoga Robotics, sertifikasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pintu gerbang menuju penerapan robot di dunia nyata. "Kami selalu menempatkan keselamatan, keandalan sistem, dan perlindungan data sebagai prioritas utama," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).
Langkah Chery ini mencerminkan tren lebih luas di industri otomotif China yang mulai merambah robotika. Dengan memanfaatkan kemampuan AI dan manufaktur yang sudah mumpuni, perusahaan-perusahaan ini tidak hanya mengejar pasar kendaraan listrik, tetapi juga membangun ekosistem teknologi yang menghubungkan kendaraan, AI, dan robotika. Robot-robot Aimoga telah diperkenalkan di berbagai lingkungan, termasuk stasiun kereta cepat, perpustakaan, dan kawasan sekolah, untuk pelayanan dan pengaturan lalu lintas.
Bagi Indonesia, perkembangan ini membuka peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, adopsi robot humanoid di sektor ritel, layanan kesehatan, dan fasilitas publik dapat meningkatkan efisiensi operasional. Di sisi lain, Indonesia perlu menyiapkan regulasi yang jelas mengenai standar keamanan dan etika penggunaan robot, terutama yang berinteraksi langsung dengan manusia. Negara ini juga harus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan dan merawat teknologi tersebut.
Zhang Guibing menekankan bahwa Aimoga memanfaatkan koneksi lintas kota, lintas skenario, dan lintas wilayah secara real-time. "Langkah ini memperlihatkan bagaimana robot-robot Aimoga telah beroperasi dalam berbagai lingkungan nyata, mulai dari jalan raya perkotaan dan ruang publik, hingga jaringan dealer otomotif di luar negeri," katanya. Dengan demikian, robot-robot tersebut tidak hanya menjadi pajangan teknologi, tetapi telah teruji dalam situasi operasional yang sesungguhnya.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah robot humanoid akan hadir di Indonesia, melainkan seberapa cepat industri dan pemerintah siap menerimanya. Apakah Indonesia akan menjadi pasar potensial bagi robot-robot buatan China seperti Aimoga, atau justru tertinggal dalam perlombaan otomasi regional? Jawabannya akan menentukan daya saing bangsa di era ekonomi digital yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan.



