NFL Bersejarah di Australia: Shanahan Kebingungan Zona Waktu, 49ers Siap Hadapi Rams
Baca dalam 60 detik
- Pertandingan NFL musim reguler pertama di Australia akan digelar di Melbourne Cricket Ground, menandai ekspansi liga ke pasar global.
- Kyle Shanahan mengaku bingung dengan perbedaan waktu, namun timnya antusias menjadi satu-satunya pertandingan yang disiarkan pekan ini.
- Strategi persiapan berbeda antara 49ers yang tiba lebih awal dan Rams yang memilih datang mepet, menyoroti tantangan adaptasi antar zona waktu.

Pelatih kepala San Francisco 49ers, Kyle Shanahan, mengaku kebingungan dengan perbedaan zona waktu setelah perjalanan panjang ke Australia. Namun, ia menegaskan timnya siap tempur menghadapi Los Angeles Rams dalam laga pembuka musim NFL yang bersejarah di Melbourne Cricket Ground (MCG), Jumat (10/9) waktu setempat.
Pertandingan ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah NFL digelar di Australia, sekaligus bagian dari sembilan laga internasional yang memecahkan rekor. Dengan kapasitas stadion mencapai 100.000 penonton, laga ini diprediksi akan menyedot perhatian global, termasuk penggemar di Asia dan Oseania.
Shanahan, yang tiba seminggu sebelum kick-off untuk aklimatisasi, masih berjuang dengan perbedaan waktu yang membuatnya 'merasa berada di masa depan'. Dalam konferensi pers pertamanya di Melbourne, ia bercanda tentang kebingungannya membedakan hari dan jam, sebuah fenomena yang kerap dialami atlet dan ofisial yang bertanding lintas benua.
"Saya melihat jam dan mencoba menghitung waktu keluarga di Amerika, tapi selalu tertinggal sehari. Saya tidak mengerti bagaimana itu mungkin. Jadi saya merasa seperti berada di masa depan," ujar Shanahan, seperti dikutip dari Channel News Asia. Meski demikian, ia mengaku timnya kini semakin antusias setelah merasakan atmosfer Australia.
Kebingungan ini wajar, mengingat 49ers harus beradaptasi dengan kick-off pagi hari (10:35 waktu setempat), yang sangat berbeda dari kebiasaan mereka bermain sore atau malam. Untuk mengatasinya, tim menyusun panduan aklimatisasi yang sangat detail, mencakup jadwal tidur, nutrisi, dan suplemen, berdasarkan konsultasi dengan para ahli.
"Kami mendapat paket besar di pesawat, berisi suplemen yang harus diminum pada jam tertentu, saran tidur, kapan harus begadang, dan kapan harus tidur. Semua pertanyaan yang mungkin kami miliki, sudah dijawab di paket itu," ungkap running back Christian McCaffrey, yang memuji kesiapan staf pelatih.
Menariknya, pendekatan berbeda diambil oleh Rams yang bertindak sebagai tuan rumah. Mereka baru akan tiba sehari sebelum pertandingan dan memilih untuk tetap pada rutinitas ala California, seolah-olah bermain di kandang sendiri. Perbedaan strategi ini menjadi sorotan, mengingat perjalanan jauh dan perbedaan waktu yang ekstrem dapat memengaruhi performa pemain.
Bagi Shanahan, laga ini juga menjadi ajang pembuktian setelah musim lalu berakhir pahit dengan kekalahan telak 41-6 dari Seattle Seahawks di babak playoff. Kini, ia berharap start baru di Australia bisa menjadi momentum kebangkitan. "Kami senang menjadi satu-satunya pertandingan yang tayang, berbeda dengan hari Minggu yang penuh laga. Ini keren dan para pemain sangat bersemangat," katanya.
Bagi penggemar NFL di Indonesia, laga ini bisa disaksikan secara streaming, menandai semakin dekatnya liga ini dengan pasar Asia Tenggara. Kehadiran NFL di Australia juga membuka peluang bagi negara-negara tetangga untuk menjadi tuan rumah di masa depan, mengingat antusiasme yang besar terhadap olahraga Amerika ini.
McCaffrey sendiri mengakui bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dipersiapkan, seperti beradaptasi dengan bentuk stadion oval yang tidak lazim untuk sepak bola Amerika. "Saya akan tahu lebih baik setelah pertandingan. Selalu aneh bermain di stadion baru yang bukan stadion sepak bola... posisi jam, mendengar panggilan, dan audibles di tengah kebisingan. Itu semua akan kami sesuaikan selama pertandingan," pungkasnya.
Pertanyaan besarnya, akankah eksperimen NFL di Australia menjadi preseden bagi ekspansi ke Asia? Dengan suksesnya penyelenggaraan dan antusiasme penonton, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, kita akan melihat NFL bermain di Singapura, Jepang, atau bahkan Indonesia.



