Man United Gagal Amankan Poin Penuh di Markas Everton, Tekanan Mulai Menghampiri Carrick
Baca dalam 60 detik
- Setan Merah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Everton, membuat mereka kehilangan lima poin dalam tiga laga perdana Premier League.
- Keputusan Man United untuk tidak mendatangkan striker baru di bursa transfer musim panas menuai sorotan setelah performa lini depan kurang meyakinkan.
- Jadwal padat melawan Sabah FK dan Manchester City dalam sepekan ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi tim asuhan Michael Carrick.

Manchester United kembali gagal memetik kemenangan penuh setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Everton di Stadion Hill Dickinson, Minggu (15/9). Hasil ini membuat tim asuhan Michael Carrick kehilangan lima poin dari tiga pertandingan awal Premier League, sebuah start yang jauh dari harapan setelah menjalani pramusim yang padat di Eropa. Dengan dua gol yang selalu bersarang di gawang mereka di setiap laga, pertanyaan mulai muncul mengenai soliditas pertahanan dan kedalaman skuad.
Dalam laga yang sempat dikuasai United, tim tamu unggul dua kali melalui gol Benjamin Sesko yang akhirnya memecah kebuntuan musim ini setelah cedera tulang kering, serta sundulan Luke Shaw. Namun, dua gol spektakuler dari jarak jauh yang dicetak Tyrique George dan Ainsley Maitland-Niles—yang baru debut sebagai pemain pengganti—memaksa skor berakhir sama kuat. Maitland-Niles bahkan mencatat sejarah sebagai pemain Everton pertama yang mencetak gol dari luar kotak penalti pada laga debutnya di Premier League.
Carrick, yang sebelumnya optimistis dengan performa tim, mengakui kekecewaannya. "Rasanya seperti kekalahan," ujarnya. "Kami bekerja keras untuk memimpin, tapi kemudian kehilangan semuanya. Kami kecewa, sangat kecewa." Meski begitu, ia menilai masih ada sisi positif, seperti penampilan Kobbie Mainoo yang konsisten dan kembalinya Marcus Rashford dengan motivasi tinggi. Namun, fakta bahwa United kebobolan dua gol di setiap laga menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa diabaikan.
Legenda Manchester United, Wayne Rooney, yang menjadi analis BBC Sport dalam laga tersebut, memberikan dukungannya. "Menurut saya, itu adalah performa tandang yang bagus. Ada lebih banyak kontrol dalam permainan. Tiga gelandang mereka tampil sangat baik. Dua gol Everton memang luar biasa, tapi ada banyak hal yang bisa dipetik dari penampilan United," katanya. Namun, Rooney juga menggarisbawahi bahwa hasil akhir tetap yang utama.
Di luar lapangan, keputusan Man United untuk tidak mendatangkan striker tambahan pada hari terakhir bursa transfer menjadi sorotan. Joshua Zirkzee, yang sebenarnya bisa dipinjamkan ke Everton, justru tetap berada di bangku cadangan karena United gagal mendapatkan pengganti. Sementara itu, opsi mendatangkan Rayan Ait-Nouri dari Manchester City juga batal demi melindungi posisi Luke Shaw. Padahal, Shaw justru tampil impresif dengan memberikan assist untuk gol Sesko.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk dicermati. Man United, yang memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, kerap menjadi barometer kesuksesan klub Eropa. Performa yang belum stabil ini tentu memengaruhi ekspektasi suporter lokal yang menantikan konsistensi tim kesayangan mereka. Selain itu, keputusan manajemen yang cenderung hati-hati di bursa transfer bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, bahwa membangun skuad tidak selalu harus dengan belanja besar, tetapi juga perencanaan matang.
Kini, Carrick dihadapkan pada jadwal berat: empat pertandingan dalam sebelas hari, termasuk laga tandang melawan Sabah FK di Liga Champions dan derbi melawan Manchester City. Pertanyaan besar muncul: apakah ia akan merotasi pemain atau tetap memainkan skuad utama? Bagaimana dengan kondisi Rashford yang ditarik keluar pada babak kedua karena cedera? Dan apakah Zirkzee akan mendapatkan peran yang lebih berarti?
Menghadapi musim yang bisa mencapai 60 pertandingan, kemampuan Carrick dalam mengelola skuad akan diuji. "Tidak terlalu buruk" mungkin merupakan penilaian yang adil setelah tiga laga, tetapi dengan standar tinggi Manchester United, ungkapan itu tidak akan bertahan lama. Jika tren kebobolan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin tekanan terhadap Carrick akan semakin besar. Pertanyaannya, akankah ia mampu membalikkan keadaan sebelum semuanya terlambat?



