Alcaraz Kian Perkasa di US Open: Kemenangan Meyakinkan atas Paul Bawa ke Perempat Final
Baca dalam 60 detik
- Alcaraz melaju ke perempat final US Open setelah menaklukkan Tommy Paul tiga set langsung, 6-4, 6-3, 6-4.
- Kemenangan ini menegaskan kebugarannya setelah cedera pergelangan tangan yang membuatnya absen lebih dari empat bulan.
- Di perempat final, Alcaraz akan menghadapi pemenang antara Ben Shelton dan Stefanos Tsitsipas.

Carlos Alcaraz kembali menunjukkan taringnya di Flushing Meadows. Petenis peringkat tiga dunia itu memastikan tempat di perempat final US Open setelah menundukkan wakil tuan rumah, Tommy Paul, dalam pertandingan yang berlangsung tiga set langsung, 6-4, 6-3, 6-4, pada babak keempat, Senin (2/9) WIB. Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa petenis asal Spanyol itu telah pulih total dari cedera yang sempat mengganggu kariernya.
Bagi Alcaraz, kemenangan ini bukan sekadar lolos ke babak delapan besar. Lebih dari itu, ini adalah pernyataan bahwa dirinya kembali ke performa terbaik setelah menjalani masa pemulihan yang panjang. Petenis berusia 23 tahun itu harus menepi selama lebih dari empat bulan akibat cedera pergelangan tangan yang memaksanya absen dari Prancis Terbuka dan Wimbledon. Kini, dengan hanya kehilangan satu set dalam empat pertandingan di New York, Alcaraz menunjukkan bahwa masa sulit itu telah berlalu.
Pertandingan melawan Paul menjadi ujian yang sesungguhnya. Paul, yang berstatus unggulan ke-20, tampil agresif dan berusaha keras untuk mencapai perempat final Grand Slam kandangnya untuk pertama kalinya. Namun, Alcaraz mampu meredam perlawanan tersebut dengan permainan yang solid. Ia bahkan sempat menghadapi dua break point saat melayani untuk kemenangan di set ketiga, namun berhasil bangkit dan memenangkan empat poin beruntun untuk mengunci kemenangan.
Salah satu momen spektakuler terjadi pada awal set kedua ketika Alcaraz melepaskan forehand silang yang nyaris mustahil, dengan kecepatan mencapai 103 mph, yang langsung disambut decak kagum penonton. Pukulan seperti ini menegaskan bahwa kualitas pukulan Alcaraz tidak berkurang sedikit pun setelah cedera. Ia juga berhasil mematahkan servis Paul di game kesepuluh set pembuka untuk merebut set pertama dengan skor 6-4.
Kemenangan ini juga memperpanjang rekor impresif Alcaraz di US Open. Sejak debutnya pada 2021, ia selalu mencapai perempat final, kecuali pada satu tahun. "Setiap kali saya datang ke sini, saya selalu bermain terbaik," ujar Alcaraz usai pertandingan, seperti dikutip BBC. Ia juga menambahkan bahwa ia hanya ingin menikmati waktu di lapangan dan tidak memikirkan absennya yang panjang.
Mantan petenis nomor satu Inggris, Tim Henman, yang kini menjadi analis, menilai penampilan Alcaraz sejauh ini hampir sempurna. "Jika Anda memberikan selembar kertas kosong kepada Alcaraz di awal turnamen dan bertanya bagaimana dia ingin empat pertandingan pertama berjalan, dia akan menuliskannya persis seperti ini," kata Henman kepada Sky Sports. "Dia menghadapi beberapa momen menantang, tetapi di momen-momen penting, dia selalu menghasilkan tenis yang luar biasa. Itu pasti memberinya kepercayaan diri besar."
Di sisi lain, mantan petenis Amerika Serikat, Jeff Tarango, mengingatkan bahwa jika Shelton yang menjadi lawan di perempat final, Alcaraz akan menghadapi ujian sesungguhnya. "Shelton adalah tipe pemain yang bisa merampas raket dari tangan Anda," ujar Tarango di BBC Radio 5 Sports Extra. "Ini akan menjadi ujian nyata untuk melihat bagaimana pergelangan tangan Alcaraz menghadapi servis 149 mph yang mengarah ke forehand-nya. Tapi Alcaraz seharusnya bisa melewati Shelton jika pergelangan tangannya baik-baik saja."
Bagi penggemar tenis di Indonesia, performa Alcaraz ini tentu menjadi tontonan yang menarik. Selain menjadi salah satu bintang muda paling bersinar, Alcaraz juga menjadi inspirasi bagi banyak petenis muda di Asia, termasuk Indonesia. Keberhasilannya bangkit dari cedera panjang menunjukkan bahwa kerja keras dan ketekunan adalah kunci untuk mencapai puncak. Dengan persaingan yang semakin ketat di papan atas tenis dunia, kehadiran Alcaraz yang sehat akan membuat turnamen-turnamen ke depan semakin seru untuk diikuti.
Langkah Alcaraz selanjutnya akan ditentukan oleh hasil pertandingan antara Ben Shelton dan Stefanos Tsitsipas yang akan berlangsung pada sesi malam nanti. Siapa pun yang menang, Alcaraz dipastikan akan menghadapi lawan yang tidak mudah. Namun, dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi, akankah Alcaraz mampu melaju lebih jauh dan merebut gelar ketiganya di New York? Kita tunggu saja aksinya.



