Drama Injury Time: Gatti Selamatkan Juventus dari Kekalahan Perdana Lawan Milan
Baca dalam 60 detik
- Gol penyeimbang Federico Gatti di menit akhir memaksa Milan berbagi angka 1-1 di Allianz Stadium, menjaga rekor sempurna kedua tim di awal musim.
- Keputusan berani pelatih Milan, Ruben Amorim, memasukkan Alphadjo Cisse dan Samuel Chukwueze terbukti efektif, membongkar pertahanan Juventus yang sebelumnya kokoh.
- Hasil ini menegaskan persaingan ketat di papan atas Serie A, dengan kedua tim sama-sama mengoleksi tujuh poin dan belum terkalahkan.

Allianz Stadium menjadi saksi drama menegangkan saat Juventus dan AC Milan bermain imbang 1-1 pada pekan ketiga Serie A, Minggu (20/8) dini hari WIB. Gol penyeimbang Federico Gatti di masa injury time memupus keunggulan Milan yang sempat dibuka oleh Alphadjo Cisse, sekaligus menjaga kedua tim tetap berada di jalur sempurna tanpa kekalahan.
Pertandingan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua pelatih anyar, Ruben Amorim di kubu Milan dan Thiago Motta yang menukangi Juventus. Sebelum laga, kedua tim sama-sama mengantongi dua kemenangan beruntun, meski performa mereka belum sepenuhnya meyakinkan. Juventus harus tampil tanpa sejumlah pilar seperti Kenan Yildiz, Khephren Thuram, dan Weston McKennie, sementara Milan kehilangan bek tengah Matteo Gabbia akibat cedera pergelangan kaki.
Sepanjang babak pertama, Juventus mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang melalui Francisco Conceicao yang menjadi motor serangan. Beberapa tembakan pemain asal Portugal itu masih mampu digagalkan kiper Milan, Mike Maignan. Namun, Milan yang tampil lebih bertahan justru mampu mencuri gol lebih dulu pada menit ke-71 melalui skema serangan balik cepat yang diakhiri tendangan terukur Cisse ke pojok gawang Pierre Kalulu.
Gol tersebut sontak mengubah jalannya pertandingan. Juventus meningkatkan intensitas serangan, tetapi rapatnya lini belakang Milan yang dikawal Mario Gila dan Koni De Winter membuat peluang emas sulit tercipta. Hingga akhirnya, pada menit ke-90+3, sundulan Gatti memanfaatkan umpan silang Teun Koopmeiners memaksa Maignan memungut bola dari gawangnya. Gol ini menjadi penebus bagi Gatti yang sempat santer dikabarkan akan hengkang pada bursa transfer musim panas lalu.
Hasil imbang ini memiliki implikasi menarik bagi persaingan gelar Serie A musim ini. Kedua tim menunjukkan karakter kuat, tetapi masih menyisakan pekerjaan rumah di lini depan. Juventus, misalnya, terlalu bergantung pada kreativitas Conceicao, sementara Milan tampak kesulitan membangun serangan terstruktur dan lebih mengandalkan serangan balik. Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menghadirkan dua pelatih muda Eropa yang sedang naik daun, yang gaya bermainnya bisa menjadi referensi bagi perkembangan taktik di Liga 1.
Pelatih Juventus, Thiago Motta, dalam konferensi pers usai laga menilai timnya kurang efektif memanfaatkan peluang. โKami mendominasi, tetapi gagal mencetak gol lebih awal. Ini menjadi pelajaran berharga,โ ujarnya. Sementara itu, Amorim memuji mentalitas anak asuhnya meski kecewa dengan gol di menit akhir. โKami hampir meraih kemenangan penting, tetapi sepak bola memang kejam,โ katanya.
Dengan hasil ini, Juventus dan Milan sama-sama mengoleksi tujuh poin dari tiga laga, tertinggal dua angka dari Inter Milan yang memuncaki klasemen sementara. Kedua tim diprediksi akan terus bersaing ketat, dan pertanyaan besarnya adalah: dapatkah mereka menjaga konsistensi performa sepanjang musim untuk menantang dominasi Inter? Atau akankah salah satu dari mereka justru terpeleset di pekan-pekan berikutnya?



