Arsenal Balas Dendam atas Chelsea: Comeback 2-1 di Emirates, Puncaki Klasemen Sementara
Baca dalam 60 detik
- Arsenal menang 2-1 atas Chelsea setelah tertinggal lebih dulu, gol penentu dicetak Martin Odegaard di awal babak kedua.
- Kemenangan ini membawa The Gunners ke peringkat kedua dengan sembilan poin, hanya kalah selisih gol dari Manchester City.
- Chelsea harus puas turun ke posisi keempat dengan enam poin, memberi sinyal persaingan ketat di papan atas Liga Inggris musim ini.

Arsenal membuktikan mental juara dengan membalikkan keadaan saat menjamu Chelsea di Emirates Stadium, Minggu (6/9/2026) malam WIB. Tertinggal sejak menit kedua, The Gunners akhirnya menang 2-1 dan mempertahankan rekor sempurna mereka di tiga laga awal Liga Inggris. Kemenangan ini sekaligus menegaskan ambisi Arsenal untuk kembali bersaing di puncak klasemen, meski harus mengakui keunggulan produktivitas gol Manchester City.
Laga baru berjalan dua menit ketika Chelsea sudah mengejutkan tuan rumah. Dari skema tendangan bebas yang gagal disapu lini belakang Arsenal, Jorell Hato mengirim umpan silang yang disambut voli Morgan Rogers ke pojok kiri gawang David Raya. Gol cepat itu sempat membuat Arsenal kelabakan, namun perlahan mereka mengambil alih kendali permainan.
Anak asuh Mikel Arteta hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-12 lewat Riccardo Calafiori, tetapi wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR. Ezri Konsa dinilai berada dalam posisi offside saat proses gol. Keputusan itu sempat memicu protes, namun Arsenal tidak patah arang. Upaya Martin Odegaard dari luar kotak penalti pada menit ke-18 masih bisa ditepis Emiliano Martinez.
Usaha Arsenal akhirnya membuahkan hasil di menit ke-25. Declan Rice menjadi kreator dengan memberikan umpan terobosan kepada Kai Havertz, yang lolos dari kawalan bek Chelsea dan melepaskan tembakan yang menembus sela kaki Maxence Lacroix. Skor berubah 1-1, dan babak pertama ditutup dengan kedudukan imbang setelah peluang Pedro Neto membentur tiang gawang.
Lima menit setelah jeda, Arsenal berbalik unggul. Christos Tzolis, yang tampil impresif di sisi kiri, mengirim bola terobosan ke kotak penalti. Havertz melakukan gerak tipu untuk mengelabui bek Chelsea, lalu melepaskan umpan kepada Odegaard yang dengan tenang menceploskan bola ke gawang Martinez. Keunggulan 2-1 ini menjadi modal berharga bagi tuan rumah untuk mengendalikan jalannya laga.
Arsenal nyaris menambah gol pada menit ke-69 ketika tembakan Bukayo Saka memaksa Martinez bekerja keras, disusul sundulan Havertz yang harus dibuang Reece James di garis gawang. Chelsea sendiri hampir menyamakan skor di menit ke-89 lewat aksi Estevao, namun Raya sukses menepis bola. Hingga peluit panjang, skor 2-1 bertahan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk dicermati karena menunjukkan pola persaingan di papan atas Liga Inggris yang semakin ketat. Arsenal, yang musim lalu nyaris juara, kini tampil lebih matang dengan tambahan pemain seperti Tzolis yang mampu memberi dimensi baru di lini serang. Sementara itu, Chelsea yang tengah membangun kembali skuadnya masih kesulitan menjaga konsistensi, terutama di laga tandang melawan tim besar.
Kemenangan ini juga menjadi sinyal bahwa perburuan gelar musim ini tidak akan mudah ditebak. Manchester City tetap menjadi patokan, tetapi Arsenal menunjukkan mereka siap memberikan perlawanan. Pertanyaan besarnya kini: akankah Arsenal mampu mempertahankan performa ini hingga akhir musim, atau justru Chelsea yang akan bangkit dan merebut kembali posisi mereka di papan atas? Jadwal padat dan kedalaman skuad akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim.



