Persib Bandung Bungkam PSM Makassar 3-1 di Laga Pembuka BRI Super League
Baca dalam 60 detik
- Maung Bandung membalikkan kedudukan setelah tertinggal lebih dulu, menutup laga perdana dengan kemenangan telak 3-1.
- Tiga gol Persib lahir dari skema bola mati dan serangan balik cepat, menunjukkan ketajaman lini depan yang patut diwaspadai lawan.
- Kemenangan ini memberi modal berharga bagi Persib dalam perburuan gelar, sekaligus sinyal awal bagi kompetisi yang semakin ketat.

Persib Bandung mengawali petualangan mereka di BRI Super League musim 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (โฆ). Hasil ini langsung menempatkan Maung Bandung di puncak klasemen sementara, sekaligus menjadi pernyataan ambisi juara di hadapan publik sendiri.
Jalannya pertandingan tidak semulus yang dibayangkan. PSM justru mengejutkan tuan rumah lewat gol cepat Kodai Tanaka pada menit keenam. Memanfaatkan kelengahan lini belakang Persib, pemain asal Jepang itu dengan tenang menjebol gawang Fitrah Maulana. Tertinggal lebih dulu, anak asuh Bojan Hodak langsung meningkatkan tempo permainan. Namun, hingga turun minum, berbagai peluang yang diciptakan Uilliam Barros dan kawan-kawan belum mampu menyamakan kedudukan.
Memasuki babak kedua, Persib tampil lebih agresif. Hasilnya, hanya butuh dua menit bagi Patricio Matricardi untuk menyamakan skor melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok Thom Haye. Tiga menit berselang, giliran Balsa Sekulic yang memamerkan aksi individualnya. Pemain asal Serbia itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper PSM, Hilmansyah. Keunggulan 2-1 bertahan hingga menit ke-82, sebelum Uilliam Barros memastikan kemenangan dengan gol ketiga hasil serangan balik cepat.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Bagi Persib, ini adalah pernyataan mentalitas juara. Bangkit dari ketertinggalan di laga pembuka melawan salah satu kandidat kuat juara menunjukkan kedalaman skuad dan ketenangan di bawah tekanan. Bagi PSM, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan konsistensi bertahan setelah unggul lebih dulu.
Dari sisi taktik, Persib menunjukkan fleksibilitas yang menarik. Saat tertinggal, mereka mampu mengubah pola serangan dari permainan sayap menjadi lebih direct ke kotak penalti. Kedua gol penyama dan penentu lahir dari situasi bola mati dan transisi cepat, yang menjadi senjata andalan tim-tim besar di kompetisi modern.
Bagi pengamat sepak bola nasional, kemenangan ini juga menjadi indikator awal kekuatan tim-tim besar musim ini. Persib, yang musim lalu tampil impresif, kembali menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan. Sementara itu, Persija Jakarta juga sukses meraih kemenangan di laga perdananya, mengindikasikan persaingan papan atas akan berlangsung sengit.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi alarm bagi PSM. Tim asuhan pelatih baru harus segera berbenah sebelum menghadapi lawan-lawan tangguh lainnya. Kegagalan mempertahankan keunggulan dan kemudahan kebobolan dari bola mati adalah catatan krusial yang harus segera diperbaiki.
Musim masih panjang, dan satu laga tidak menentukan segalanya. Namun, bagi Persib, memulai dengan kemenangan di kandang sendiri adalah langkah ideal untuk membangun momentum. Pertanyaannya, dapatkah mereka menjaga konsistensi ini ketika jadwal padat dan tekanan juara mulai menghampiri? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan.



