Antonelli Menang di Monza dari Posisi 19: Pukulan Telak bagi Russell
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, memenangi GP Italia di Monza setelah start dari posisi 19, mengukir sejarah sebagai pemenang Italia pertama sejak 1966.
- Kemenangan ini memperlebar jarak poin atas rekan setimnya, George Russell, menjadi 66 poin, membuat peluang juara Russell semakin tipis.
- Hasil ini menegaskan dominasi Antonelli di F1 2025 dan memicu spekulasi tentang masa depan Russell di Mercedes.

MONZA โ Kimi Antonelli membuktikan diri sebagai kandidat terkuat gelar juara Formula One musim ini dengan kemenangan dramatis di Grand Prix Italia, Minggu (6/9). Start dari posisi 19 akibat penalti penggantian mesin, pembalap berusia 20 tahun itu melesat ke posisi terdepan dan finis pertama di hadapan publik sendiri. Ini adalah kemenangan perdana pembalap Italia di sirkuit legendaris Monza sejak Ludovico Scarfiotti pada 1966.
Kemenangan ini sekaligus menjadi pukulan telak bagi rekan setimnya di Mercedes, George Russell, yang sebelumnya berharap bisa memangkas defisit 59 poin di klasemen. Russell sempat memimpin setelah restart menyusul kecelakaan hebat Charles Leclerc (Ferrari) di akhir lap kedua. Namun, Antonelli yang tampil agresif berhasil mengejar dan melewatinya, memaksa Russell puas di posisi kedua. Max Verstappen (Red Bull) melengkapi podium ketiga.
Dengan hasil ini, keunggulan Antonelli atas Russell melebar menjadi 66 poin setelah 13 seri. Situasi ini membuat peluang Russell untuk merebut gelar semakin tipis, mengingat hanya tersisa beberapa balapan lagi. Analis balap menilai bahwa performa Antonelli di Monza menunjukkan kematangan yang luar biasa, terutama dalam mengelola ban dan strategi balapan di tengah tekanan.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, kemenangan Antonelli menegaskan perubahan generasi di ajang balap paling bergengsi ini. Setelah era dominasi Max Verstappen, kini muncul bakat muda Italia yang siap meneruskan tradisi kejayaan negeri tersebut. Beberapa pengamat memprediksi bahwa persaingan musim depan akan semakin sengit, dengan Antonelli sebagai salah satu favorit utama.
Di sisi lain, kekalahan Russell di Monza memunculkan pertanyaan tentang masa depannya di Mercedes. Kontraknya akan berakhir dalam waktu dekat, dan kabar ketertarikan tim lain mulai berhembus. Jika Russell gagal mengejar ketertinggalan poin, bukan tidak mungkin ia akan mencari tantangan baru di luar tim pabrikan Jerman tersebut.
Antonelli sendiri mengaku sangat emosional setelah melewati garis finis. Dalam wawancara singkat, ia menyebut kemenangan ini sebagai mimpi yang menjadi kenyataan, dan mendedikasikannya untuk seluruh penggemar Italia yang telah mendukungnya. Sementara itu, tim Mercedes menyambut hasil ini dengan gembira, meskipun harus diakui bahwa dinamika internal tim kini menjadi sorotan utama.
Dengan sisa musim yang masih menyisakan beberapa balapan, pertanyaan besarnya adalah: dapatkah Russell bangkit dan memberikan perlawanan sengit, atau akankah Antonelli terus melaju tanpa hambatan menuju gelar juara dunianya yang pertama? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.



