Penjambretan Turis India di Menteng: Pelaku Diringkus, Satu Buron Masih Diburu
Baca dalam 60 detik
- Seorang warga negara India kehilangan Samsung S25 saat berjalan kaki di kawasan Gondangdia, Menteng, Jumat pagi.
- Polisi menangkap satu dari dua pelaku berinisial NJ kurang dari 24 jam setelah kejadian, dengan bantuan rekaman CCTV.
- Satu pelaku lain masih buron; polisi juga menelusuri penadah ponsel hasil kejahatan tersebut.

Polres Metro Jakarta Pusat meringkus seorang pria berinisial NJ yang diduga menjadi penjambret ponsel Samsung S25 milik turis asal India di kawasan Gondangdia III, Menteng, Jumat (4/9/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu berlangsung cepat ketika korban tengah berjalan kaki dari hotel menuju tempat ibadah di lingkungan tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung mengungkapkan bahwa dua pelaku yang mengendarai sepeda motor secara paksa merampas gawai korban sebelum melarikan diri. Berdasarkan laporan korban, tim gabungan dari Satreskrim Polrestro dan Resmob Polsek Menteng langsung melakukan penyelidikan dengan memanfaatkan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
Penangkapan NJ dilakukan pada Minggu (6/9/2026) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB, di wilayah Jakarta Pusat. Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti helm, pakaian, dan sepeda motor yang diduga digunakan saat aksi. Namun, ponsel korban belum ditemukan, dan polisi masih memburu satu pelaku lain yang kabur.
Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan wisatawan asing terhadap kejahatan jalanan di ibu kota. Meski kasus penjambretan cenderung fluktuatif, aksi yang menyasar turis dapat berdampak pada citra keamanan Jakarta di mata dunia. Data kepolisian menunjukkan bahwa kawasan Menteng, yang dikenal sebagai daerah elite, tidak luput dari aksi kriminalitas yang menyasar pejalan kaki di jam sibuk pagi.
Reynold menegaskan bahwa pihaknya masih menelusuri pihak yang diduga menerima barang hasil kejahatan. "Terduga pelaku sudah dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga masih mencari barang bukti utama dan pihak lain yang berkaitan dengan perkara ini," ujarnya kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di ruang publik. Warga yang menjadi korban atau mengetahui tindak pidana diminta segera melapor ke petugas terdekat. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat respons dan mencegah meluasnya aksi serupa.
Ke depan, kasus ini menjadi ujian bagi aparat dalam mengungkap jaringan pencurian kendaraan bermotor dan penadahan barang curian yang kerap menjadi rantai kejahatan jalanan. Apakah polisi akan mampu menangkap pelaku kedua dan mengembalikan ponsel korban? Publik menunggu perkembangan lebih lanjut.



