Dua Gol Khadija Shaw Bawa Manchester City Taklukkan Birmingham di Laga Perdana WSL
Baca dalam 60 detik
- Manchester City mengawali musim dengan kemenangan 3-1 atas Birmingham City, berkat dua gol sundulan Khadija Shaw di babak kedua.
- Kemenangan ini menegaskan ambisi City mempertahankan gelar juara Women's Super League, dengan performa impresif para pemain anyar.
- Laga ini menjadi sinyal kuat bagi kompetisi WSL musim ini yang semakin kompetitif, termasuk bagi perkembangan sepak bola putri global.

Manchester City memulai langkah pertahanan gelar Women's Super League (WSL) dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Birmingham City di Stadion Academy, Minggu (6/9). Dua gol dari penyerang andalan mereka, Khadija Shaw, menjadi pembeda di babak kedua setelah babak pertama berakhir tanpa gol.
Birmingham, yang baru promosi ke divisi teratas, tampil disiplin sepanjang 45 menit awal. Namun, tekanan berkelanjutan dari tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-49. Mary Fowler memanfaatkan kesalahan pembersihan bola oleh lini belakang Birmingham untuk melepaskan tembakan akurat ke sudut gawang. Gol ini membuka keran gol City dan membuat pertahanan tim tamu mulai goyah.
Enam menit berselang, giliran Shaw yang mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan sepak pojok Kerstin Casparij, penyerang asal Jamaika itu melompat tinggi dan menyundul bola masuk ke gawang. Gol ini sekaligus mempertegas kualitas udara Shaw yang menjadi momok bagi pertahanan lawan. Musim lalu, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik versi Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) dan menjadi pencetak gol terbanyak liga.
Shaw kembali menunjukkan ketajamannya pada menit ke-86. Dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Beth Mead, sundulan kerasnya tak mampu dihalau kiper Birmingham. Gol kedua Shaw ini praktis memastikan tiga poin bagi City. Meski sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Oceane Hurtre pada menit ke-90, Birmingham tak mampu mengubah keadaan.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi City di bawah asuhan pelatih Gareth Taylor. Selain mempertahankan tradisi juara, laga ini juga menjadi ajang unjuk kemampuan para rekrutan anyar seperti Mary Fowler dan Kerstin Casparij yang langsung memberikan kontribusi signifikan. Sementara itu, Birmingham harus segera berbenah jika ingin bertahan di kasta tertinggi, mengingat laga pembuka mereka menunjukkan celah besar di lini belakang.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan perkembangan pesat sepak bola wanita di level klub Eropa. Liga seperti WSL kini semakin kompetitif dengan kehadiran pemain-pemain bintang dari berbagai negara, termasuk Asia. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola putri di Indonesia yang tengah berusaha bangkit. Federasi sepak bola nasional dapat belajar dari struktur liga, manajemen klub, dan pembinaan usia muda yang diterapkan di Inggris.
Ke depan, Manchester City dihadapkan pada ujian berat saat bersua tim-tim papan atas seperti Chelsea dan Arsenal. Konsistensi permainan dan kedalaman skuat akan menjadi kunci. Sementara bagi Birmingham, laga melawan tim promosi lainnya akan menentukan nasib mereka di klasemen. Pertanyaannya, akankah City mampu mempertahankan gelar di tengah persaingan yang semakin ketat? Atau justru ada kejutan dari tim-tim lain musim ini?



