Wellens Kunci Gelar Tour of Britain 2026, Askey Podium Kedua
Baca dalam 60 detik
- Tim Wellens dari Belgia memastikan gelar juara Tour of Britain 2026 setelah finis kedelapan di etape pamungkas, mengungguli Lewis Askey dengan selisih 42 detik.
- Nils Politt memenangkan etape kelima setelah melancarkan serangan di 9 kilometer terakhir, mengakhiri paceklik kemenangan sejak 2022.
- Pembalap tuan rumah mendominasi papan atas dengan tiga wakil di posisi enam besar, menandakan regenerasi talenta Inggris yang menjanjikan.

Pembalap Belgia, Tim Wellens, berhasil mengunci gelar juara Tour of Britain 2026 setelah menyelesaikan etape pamungkas dengan aman. Pada rute sepanjang 156,1 kilometer yang berakhir di Earlston, Wellens finis di posisi kedelapan dengan catatan waktu 21 detik di belakang pemenang etape, Nils Politt. Hasil ini memperpanjang keunggulannya atas pembalap tuan rumah, Lewis Askey, dari 21 detik menjadi 42 detik di klasemen akhir.
Kemenangan ini menjadi pencapaian terbesar Wellens di ajang balap sepeda Inggris, sekaligus menegaskan konsistensinya setelah sukses merebut etape di Tour de France 2025. Sementara itu, Askey yang tampil impresif sepanjang pekan harus puas menempati posisi kedua secara keseluruhan. Pembalap Belgia lainnya, Jasper Stuyven, melengkapi podium ketiga dengan selisih 21 detik di belakang Askey.
Dari kubu tuan rumah, Elliot Rowe mengakhiri balapan di peringkat keenam, diikuti Mark Donovan di posisi kesembilan dan Ben Wiggins di urutan kesepuluh. Kehadiran tiga pembalap Inggris di sepuluh besar menunjukkan kedalaman skuad Britania Raya yang semakin kompetitif, terutama dengan munculnya nama-nama muda seperti Wiggins yang sempat terlibat duel sengit dengan Politt di kilometer akhir.
Etape penutup sendiri menyajikan drama saat Politt melancarkan akselerasi dengan kurang dari sembilan kilometer tersisa. Ia berhasil melepaskan diri dari kejaran Wiggins dan finis solo untuk meraih kemenangan etape pertamanya sejak 2022. Sebelum start, para pembalap memberikan penghormatan khusus kepada Ben Swift yang memutuskan pensiun pada akhir musim 2026 di usia 38 tahun. Swift menerima guard of honour sebagai bentuk apresiasi atas karier panjangnya di peloton internasional.
Konteks Indonesia: Meski tidak ada pembalap Indonesia yang berpartisipasi, ajang seperti Tour of Britain kerap menjadi tolok ukur perkembangan balap sepeda Asia. Federasi Olahraga Sepeda Indonesia (ISSI) dapat menjadikan performa pembalap muda Inggris sebagai inspirasi untuk membina atlet sejak usia dini. Selain itu, kesuksesan Wellens yang mampu menjaga ritme di medan bergelombang Earlston menjadi pelajaran berharga bagi pembalap Indonesia yang kerap menghadapi tantangan serupa di ajang Asian Games atau SEA Games.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Lewis Askey mampu bersaing di level Grand Tour setelah nyaris merebut gelar di ajang bergengsi ini. Dengan dukungan tim dan pengalaman berharga dari Tour of Britain, bukan tidak mungkin ia akan menjadi ancaman serius di musim-musim mendatang. Sementara bagi Politt, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk kembali menemukan performa terbaiknya setelah dua tahun tanpa kemenangan.



