Usai Roma Kalahkan Atalanta, CEO La Dea Konfrontasi Direktur Giallorossi: Keamanan Terpaksa Turun Tangan
Baca dalam 60 detik
- Pertandingan Serie A antara Roma dan Atalanta berakhir ricuh di luar lapangan, dengan CEO Atalanta Luca Percassi dilaporkan mengonfrontasi direktur olahraga Roma, Tony D'Amico.
- Ketegangan ini berakar dari kepergian D'Amico dari Atalanta ke Roma pada bursa transfer musim panas, menyusul langkah serupa pelatih Gian Piero Gasperini dua tahun lalu.
- Roma menilai perilaku Percassi tidak dapat diterima dan berencana mengambil langkah perlindungan, sementara Atalanta belum memberikan tanggapan resmi.

Ketegangan di luar lapangan mewarnai kemenangan dramatis AS Roma atas Atalanta pada lanjutan Serie A, Sabtu (2/11). CEO Atalanta, Luca Percassi, dilaporkan mengonfrontasi direktur olahraga Roma, Tony D'Amico, usai pertandingan di Stadio Olimpico, hingga aparat keamanan terpaksa turun tangan untuk meredam situasi.
Menurut sejumlah media Italia, termasuk Corriere dello Sport yang mengutip saksi langsung, Percassi mendatangi D'Amico saat peluit panjang berbunyi dan melontarkan kata-kata kasar. Namun, D'Amico memilih tidak menanggapi provokasi tersebut. Percassi disebut terus mengikuti D'Amico hingga ke area parkir stadion, memaksa petugas keamanan untuk memisahkan keduanya.
Insiden ini menjadi buntut dari hubungan yang sudah renggang antara Atalanta dan mantan direktur olahraga mereka. D'Amico hengkang ke Roma pada bursa transfer musim panas lalu, menyusul kepindahan pelatih Gian Piero Gasperini ke ibu kota Italia dua tahun sebelumnya. Kepergian D'Amico sendiri sempat memicu ketegangan, karena Atalanta awalnya enggan melepasnya meski telah memiliki pengganti, Cristiano Giuntoli.
Percassi, yang juga menjabat sebagai wakil presiden Lega Serie A, dinilai bertindak berlebihan. Roma disebut menganggap perilaku Percassi tidak dapat diterima dan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi D'Amico. Hingga berita ini diturunkan, Atalanta belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang rivalitas panas antara dua klub papan atas Italia. Namun, yang lebih menarik adalah bagaimana tensi di luar lapangan bisa memengaruhi hubungan antar klub, terutama dalam hal transfer pemain di masa depan. Atmosfer yang tidak kondusif antara manajemen Atalanta dan Roma berpotensi menghambat negosiasi pemain, mengingat kedua tim kerap terlibat dalam bursa transfer.
Bagi pengamat sepak bola Italia, insiden ini menunjukkan bahwa rivalitas tidak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga di ruang manajemen. Atmosfer kerja yang buruk antara dua direktur olahraga dapat berdampak pada kelancaran transfer pemain, terutama jika kedua klub harus bernegosiasi untuk pemain incaran. Di sisi lain, sikap Percassi yang emosional justru menuai kritik, karena sebagai wakil presiden liga, ia seharusnya memberi contoh sportivitas.
Ke depannya, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah insiden ini akan memicu sanksi dari otoritas liga atau justru memperdalam rivalitas kedua klub. Yang jelas, hubungan antara Atalanta dan Roma kini memasuki babak baru yang lebih panas, dan akan menarik untuk disimak bagaimana kedua manajemen menyikapi situasi ini dalam bursa transfer mendatang.


