Pogacar Tersingkir dari Vuelta Usai Kecelakaan, Mimpi Triple Crown Sirna
Baca dalam 60 detik
- Tadej Pogacar mengalami kecelakaan hebat pada etape 8 Vuelta a Espana dan dipastikan tidak bisa melanjutkan balapan.
- Pembalap Slovenia itu menderita gegar otak, patah tulang selangka kiri, dan fraktur vertebra C7, sehingga harus menjalani operasi.
- Dengan tersingkirnya Pogacar, Enric Mas kini memimpin klasemen dan berpeluang menjadi juara Vuelta pertamanya.

Mimpi Tadej Pogacar untuk mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemenang tiga Grand Tour dalam satu musim harus pupus. Pada etape kedelapan Vuelta a Espana, Sabtu (29/8), pembalap Slovenia itu terlibat kecelakaan hebat dan dipaksa mengundurkan diri, memupuskan harapan untuk meraih gelar juara Vuelta pertamanya.
Pogacar, yang mengenakan jersey merah sejak memenangkan etape pembuka, terjatuh di tengah peleton saat balapan memasuki 30 kilometer terakhir dari rute Pucol menuju Xeraco. Rekaman televisi menunjukkan pembalap berusia 27 tahun itu tiba-tiba berbelok ke kanan, bertabrakan dengan pembalap lain, lalu tersungkur. Beberapa pembalap di belakangnya ikut terjatuh.
Sempat berusaha bangkit dan melanjutkan balapan, Pogacar akhirnya duduk kembali dan mendapat perawatan medis. Ia kemudian berjalan ke ambulans dengan lengan yang digendong, dan timnya mengumumkan bahwa ia akan menjalani operasi. Diagnosis medis menyebutkan ia mengalami gegar otak, patah tulang selangka kiri yang bergeser, fraktur stabil pada vertebra C7, serta sejumlah lecet. Operasi tulang selangka harus ditunda karena kondisi gegar otak.
Kecelakaan ini menjadi pukulan telak bagi Pogacar yang baru saja menjuarai Tour de France untuk kelima kalinya bulan lalu dan memenangkan Giro d'Italia pada 2024. Ia mengincar kemenangan di Vuelta untuk melengkapi koleksi tiga Grand Tour, sebuah pencapaian yang hanya dimiliki delapan pembalap sepanjang sejarah. Dengan tersingkirnya Pogacar, persaingan menuju Madrid menjadi terbuka.
Enric Mas dari tim Movistar kini memakai jersey merah setelah etape kedelapan. Ini adalah pertama kalinya sejak 2018 ada pembalap Spanyol yang memimpin Vuelta. Sementara itu, Primoz Roglic, rekan senegara Pogacar yang telah empat kali juara Vuelta, berada di posisi kedua dengan selisih satu menit. Mas mengaku sedih dengan kecelakaan yang menimpa Pogacar.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, kepergian Pogacar tentu mengurangi daya tarik Vuelta. Namun, ini juga membuka peluang bagi pembalap lain untuk bersinar. Dengan persaingan yang semakin ketat, etape-etape berikutnya diprediksi akan berlangsung sengit. Pertanyaannya, akankah Mas mampu mempertahankan jersey merah hingga akhir, atau justru Roglic yang akan merebut gelar kelimanya? Kita tunggu saja.



