Roma Buka Opsi Rekrut Zaha di Bursa Bebas: Solusi Gasperini di Sayap Kiri?
Baca dalam 60 detik
- AS Roma gagal mendatangkan winger kiri pada bursa musim panas, kini mengincar pemain bebas transfer.
- Wilfried Zaha, eks bintang Crystal Palace, menjadi kandidat utama untuk memenuhi permintaan pelatih Gian Piero Gasperini.
- Jika terealisasi, Zaha akan memperkuat Roma di Serie A dan Liga Champions, dengan batas registrasi pemain baru hingga 4 Februari 2025.

AS Roma masih menyimpan pekerjaan rumah di lini sayap kiri. Gagal mendatangkan pemain anyar pada bursa transfer musim panas, klub ibu kota Italia itu dikabarkan mulai melirik pasar pemain bebas, dengan Wilfried Zaha sebagai salah satu opsi utama untuk menjawab kebutuhan taktis pelatih Gian Piero Gasperini.
Gasperini, yang dikenal dengan formasi 3-4-2-1, sejak awal menginginkan tambahan amunisi di sisi kiri serangan. Namun, hingga penutupan jendela transfer, enam pemain yang ditebus RomaโSantiago Castro, Rodrigo Mora, Konstantinos Koulierakis, Nahuel Molina, Leonardo Balerdi, dan Marten De Roonโtidak termasuk seorang winger murni. Negosiasi menit akhir dengan VfB Stuttgart untuk Jamie Leweling pun gagal, menyusul kabar sebelumnya yang mengaitkan klub dengan Mason Greenwood dan Crysencio Summerville.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, direktur olahraga Roma, Tony D'Amico, tengah mengevaluasi sejumlah nama di pasar bebas. Zaha, yang kontraknya dengan Galatasaray berakhir pada 30 Juni lalu, menjadi kandidat paling menonjol. Pemain berusia 33 tahun itu menghabiskan 18 bulan terakhir dengan status pinjaman di Charlotte FC, klub MLS, sehingga kebugarannya tetap terjaga meski kini tanpa klub.
Nama Zaha bukanlah hal asing bagi publik Roma. Sebelum bergabung dengan Galatasaray pada 2023, ia sempat dikaitkan dengan klub Serie A tersebut. Selama dua periode membela Crystal Palace, pemain Pantai Gading ini mencatatkan rekor klub dengan 458 penampilan dan 90 gol di semua kompetisi, termasuk 68 gol dari 291 laga Premier League. Pengalaman dan kemampuan dribelnya bisa menjadi tambahan berharga bagi skuad Gasperini.
Selain Zaha, Roma juga mempertimbangkan Raphael Guerreiro, yang baru saja mengakhiri kebersamaan 10 tahun di Bundesliga bersama Borussia Dortmund dan Bayern Munich, serta Krepin Diatta, pemain sayap berusia 27 tahun yang meninggalkan Monaco setelah lima musim. Keduanya tersedia secara gratis dan bisa menjadi alternatif jika negosiasi dengan Zaha menemui kendala.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar Serie A di Indonesia, kabar ini menarik karena Zaha adalah salah satu pemain sayap ikonik Premier League yang kini berpeluang tampil di kompetisi Eropa. Jika bergabung, Roma akan memiliki opsi lebih variatif di lini serang, yang bisa berdampak pada persaingan papan atas Liga Italia. Selain itu, kehadiran pemain sekaliber Zaha berpotensi meningkatkan daya tarik siaran langsung Serie A di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Namun, ada satu kendala regulasi yang perlu diperhatikan. Roma baru mendaftarkan 24 dari 25 pemain yang diizinkan dalam skuad Liga Champions, dan daftar tersebut kini terkunci hingga akhir fase liga. Klub tidak dapat mendaftarkan pemain anyar ke skuad UEFA sebelum batas waktu berikutnya pada 4 Februari 2025 pukul 22.59 GMT. Artinya, jika Zaha atau pemain lain diteken, mereka hanya bisa tampil di Serie A dan kompetisi domestik, tidak di Liga Champions.
Keputusan Roma untuk bergerak di pasar bebas menunjukkan keseriusan mereka memenuhi permintaan Gasperini, meski harus berkompromi dengan regulasi UEFA. Pertanyaannya, apakah Zaha masih memiliki motivasi dan kebugaran untuk bersaing di level tertinggi Eropa di usianya yang tak lagi muda? Atau akankah Roma lebih memilih opsi jangka panjang seperti Diatta? Keputusan D'Amico dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu arah kebijakan transfer klub.



