Prabowo Dorong Diversifikasi Arsitektur Keuangan Global di Tengah Fragmentasi Dunia
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menyerukan penguatan sistem pembayaran alternatif agar perdagangan dunia tak lumpuh saat satu kanal keuangan terganggu.
- Pernyataan itu disampaikan di forum EEF ke-11 di Vladivostok, menegaskan posisi Indonesia yang ingin menjadi jembatan di tengah persaingan ekonomi AS-Rusia-Tiongkok.
- Langkah ini berpotensi mempercepat adopsi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran bilateral, membuka peluang baru bagi eksportir Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto memperingatkan bahwa ketergantungan dunia pada satu arsitektur keuangan tunggal menjadi celah rawan yang dapat melumpuhkan perdagangan internasional, dan karena itu mendorong dibangunnya sistem pembayaran alternatif yang mampu beroperasi berdampingan. Dalam pidatonya di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (5/9), ia menegaskan bahwa di tengah dunia yang semakin terpecah, kerja sama di sektor pangan, energi, sains, logistik, dan perdagangan justru menjadi jawaban praktis yang harus diperkuat.
Pernyataan tersebut muncul saat ketegangan geopolitik antara blok Barat dan Rusia-Tiongkok kian memanas, yang turut mendistorsi rantai pasok global. Prabowo menilai perdagangan kini kerap dijadikan alat tekanan politik, sementara sistem keuangan yang ada ikut terseret dalam pusaran persaingan tersebut. Ia menggarisbawahi bahwa ketahanan finansial dunia tidak bisa lagi bertumpu pada satu kanal saja; jika terjadi gangguan pada satu sistem, harus ada jalur lain yang mampu menjaga aliran dana tetap berjalan.
โKita tidak boleh bergantung pada satu arsitektur keuangan saja. Jika satu sistem terganggu, sistem lain harus tetap mampu memfasilitasi aliran dana yang menjaga perdagangan tetap bergerak,โ ujar Prabowo, yang pidatonya dipantau secara daring dari Jakarta. Ia menambahkan bahwa saluran pembayaran dan penyelesaian transaksi yang andal merupakan fondasi utama agar perdagangan internasional tidak tersendat. Tanpa itu, risiko gangguan bahkan kelumpuhan arus barang dan jasa menjadi nyata.
Meski demikian, kepala negara menegaskan bahwa penguatan sistem keuangan alternatif bukanlah upaya untuk menggantikan tatanan yang telah ada. โIni bukan tentang mengganti satu sistem dengan sistem lain, tetapi tentang memastikan bahwa sistem keuangan global lainnya dapat beroperasi berdampingan dengan pengaturan yang ada untuk menjaga kontinuitas, stabilitas, dan kepercayaan dalam perdagangan internasional,โ jelasnya. Sikap ini dibaca sebagai langkah pragmatis Indonesia untuk tetap menjaga hubungan baik dengan semua kekuatan besar, sembari membuka ruang bagi diversifikasi instrumen keuangan.
Bagi Indonesia, wacana ini memiliki implikasi strategis yang luas. Sebagai negara dengan volume perdagangan internasional yang besar, ketahanan sistem pembayaran menjadi prasyarat bagi kelancaran ekspor-impor. Langkah menuju penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi bilateral, yang tengah digodok bersama sejumlah negara mitra, dapat mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar dan memperkuat posisi rupiah di kancah regional.
Para pengamat hubungan internasional menilai bahwa sikap Prabowo mencerminkan upaya Indonesia untuk tetap lincah di tengah polarisasi ekonomi dunia. Dengan tidak memihak secara eksklusif, Indonesia berusaha menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai blok, sekaligus mengamankan kepentingan nasionalnya. Kehadirannya di forum yang digagas Rusia ini juga menunjukkan bahwa Jakarta tidak ingin kehilangan akses ke pasar dan teknologi yang ditawarkan Moskow, meskipun tekanan Barat terhadap Rusia terus meningkat.
Ke depan, pertanyaan yang menggantung adalah sejauh mana konkretisasi kerja sama keuangan dan perdagangan ini akan diwujudkan dalam bentuk perjanjian bilateral atau mekanisme multilateral yang lebih terukur. Akankah Indonesia mampu memainkan peran sebagai katalisator bagi arsitektur keuangan global yang lebih inklusif, atau justru terjebak dalam pusaran rivalitas kekuatan besar? Hanya waktu yang akan membuktikan, namun arah yang ditegaskan Prabowo di Vladivostok memberi sinyal bahwa Jakarta siap mengambil peran lebih aktif dalam mendesain ulang tatanan ekonomi dunia.



