Hugh Jackman Siap Jadi Investor Norwich City, Tantang Ryan Reynolds
Baca dalam 60 detik
- Aktor Hugh Jackman mengonfirmasi sedang menjajaki pembelian saham minoritas di klub Championship Norwich City.
- Langkah ini memperpanjang persaingan dengan Ryan Reynolds yang memiliki Wrexham, memperkuat tren kepemilikan selebritas di sepak bola Inggris.
- Jika terealisasi, investasi Jackman dapat meningkatkan profil global Norwich dan membuka peluang komersial baru, termasuk di pasar Asia Tenggara.

Hugh Jackman, aktor Hollywood yang dikenal lewat perannya sebagai Wolverine, mengonfirmasi bahwa ia sedang dalam pembicaraan untuk membeli saham di klub sepak bola Inggris Norwich City. Pengakuan ini disampaikan langsung dalam wawancara dengan talkSPORT, menandai langkah nyata sang bintang untuk masuk ke dunia kepemilikan klub, sekaligus menambah babak baru persaingannya dengan Ryan Reynolds, lawan mainnya di film Deadpool dan Wolverine.
Jackman, yang mengidolakan Norwich karena ibunya berasal dari kota Norfolk tersebut, mengaku sangat antusias untuk terlibat lebih dalam. "Saya sangat, sangat tertarik, dan sedang membicarakannya sekarang. Anda orang pertama yang tahu. Ada sedikit eksklusif," ujarnya. Ia juga melontarkan sindiran halus kepada Reynolds, "Selamat untuk Ryan, lakukan saja halmu, saya sepenuhnya untuk Canaries." Julukan Canaries sendiri melekat pada Norwich City.
Ketertarikan Jackman bukan tanpa dasar. Ia telah beberapa kali menyaksikan pertandingan di Carrow Road, markas Norwich, dan optimistis klub tersebut akan segera promosi ke Premier League. "Kami sedang naik daun. Saya sudah beberapa kali ke Carrow Road, dan saya suka Canaries. Tahun ini kita akan promosi, itu prediksi saya. Prediksi saya, Norwich dan Wrexham akan promosi tahun ini," tegasnya.
Kisah cinta Jackman pada Norwich bermula dari masa kecilnya di Australia. Lahir dari orang tua imigran Inggris, ia terbiasa begadang untuk menonton Piala FA pada pukul tiga pagi. Saat harus memilih klub, ia bertanya pada ibunya yang berasal dari Norwich, dan sejak saat itu ia memutuskan untuk mendukung klub tersebut. Meski mengakui perjalanan dukungannya tidak selalu manis, ia tetap bangga dengan momen kemenangan di Piala Susu (sekarang Piala Liga Inggris) pada 1984.
Ini bukan pertama kalinya Jackman mendapat tawaran investasi. Pada 2010, ia mengaku pernah diundang menjadi investor minoritas, namun menolaknya. Keputusan itu kemudian ia sesali sebagai "kesalahan besar". "Saya mendapat surat sekitar setahun lalu yang menanyakan apakah saya ingin menjadi investor selebriti, seperti pemilik bagian kecil. Saya pikir itu agak berlebihan, saya baru sekali ke Carrow Road, jadi saya memutuskan untuk tidak berinvestasi. Dan sejak saat itu mereka terus menanjak, jadi apa yang saya tahu?" kenangnya.
Di tengah kabar ini, struktur kepemilikan Norwich City saat ini didominasi oleh pengusaha Amerika, Mark Attanasio, yang memegang 85% saham. Delia Smith, tokoh kuliner terkenal, dan suaminya Michael Wynn-Jones masih mempertahankan 10% saham, sementara 5% lainnya tersebar di kalangan investor individu dan penggemar. Masuknya Jackman sebagai investor minoritas berpotensi mengubah dinamika kepemilikan dan membuka peluang komersial baru bagi klub.
Fenomena selebritas Hollywood yang berinvestasi di klub sepak bola Inggris memang sedang tren. Ryan Reynolds bersama Rob McElhenney sukses membawa Wrexham dari liga non-liga menuju promosi ke League Two, bahkan kini bersaing di League One. Kisah mereka yang diangkat dalam serial dokumenter "Welcome to Wrexham" telah meningkatkan popularitas klub secara global. Kehadiran Jackman di Norwich, dengan basis penggemar yang besar di Asia, dapat memberikan dampak serupa, terutama dalam hal daya tarik media dan peluang sponsor.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bahwa investasi selebritas tidak hanya meningkatkan performa klub di lapangan, tetapi juga membuka pasar baru di Asia Tenggara. Wrexham, misalnya, kini memiliki banyak penggemar di Indonesia berkat eksposur media yang besar. Jika Jackman resmi bergabung dengan Norwich, bukan tidak mungkin klub tersebut akan semakin populer di Indonesia, yang pada gilirannya dapat mendorong kerja sama komersial dengan merek-merek lokal.
Langkah Jackman ini juga menegaskan bahwa sepak bola Inggris tetap menjadi magnet bagi investor global, baik dari kalangan pengusaha maupun selebritas. Dengan persaingan yang semakin ketat di Championship, kehadiran investor dengan profil tinggi seperti Jackman bisa menjadi pembeda. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah investasi ini akan benar-benar membawa Norwich kembali ke Premier League, atau hanya sekadar gimmick pemasaran? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti, persaingan antara Jackman dan Reynolds di lapangan hijau akan semakin seru untuk disaksikan.



