Prabowo Terbang ke Rusia: Kepercayaan Putin dan Agenda Ekonomi di Balik EEF ke-11
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto berangkat ke Vladivostok untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 sebagai tamu kehormatan utama, menandai kepercayaan tinggi Rusia terhadap Indonesia.
- Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya Prabowo diundang khusus oleh Putin setelah sebelumnya hadir di SPIEF, menegaskan posisi strategis Indonesia di mata Moskow.
- Agenda utama lawatan adalah mendorong kerja sama konkret di bidang ekonomi, perdagangan, energi, dan investasi, sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto meninggalkan Jakarta menuju Vladivostok, Rusia, pada Selasa malam (1/9) untuk menghadiri undangan khusus Presiden Vladimir Putin dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Keberangkatan dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 23.20 WIB ini menegaskan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam percaturan geopolitik dan ekonomi kawasan Asia-Pasifik.
Dalam rombongan kali ini, Prabowo tidak sendirian. Sejumlah menteri inti ikut serta, antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para menteri bidang ekonomi dan energi tersebut mengirim sinyal kuat bahwa lawatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan membawa misi konkret untuk memperdalam kerja sama bilateral.
EEF yang berlangsung 1โ4 September di Far Eastern Federal University (FEFU) menjadi panggung bagi Prabowo untuk memperkuat hubungan yang selama ini terus dibangun melalui diplomasi langsung. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa undangan Putin kepada Prabowo sebagai tamu kehormatan utama merupakan cerminan eratnya hubungan kedua negara. Ini kali kedua Prabowo mendapat kepercayaan serupa setelah sebelumnya hadir di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) tahun lalu.
โPresiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin,โ ujar Seskab Teddy di Jakarta.
Bagi Rusia, Indonesia bukan sekadar mitra dagang biasa. Moskow memandang Jakarta sebagai salah satu mitra utama dan strategis di Asia-Pasifik, anggota ASEAN yang dihormati, serta representasi penting negara berkembang (Global South) dan dunia Muslim. Pandangan ini menempatkan Indonesia pada posisi tawar yang signifikan, terutama ketika Rusia tengah menghadapi tekanan sanksi dari Barat dan berupaya memperluas pengaruh ke kawasan Asia.
Agenda Prabowo di Vladivostok diprediksi akan berfokus pada penguatan kerja sama di sektor energi, perdagangan, dan investasi. Peluang hilirisasi mineral, kerja sama energi nuklir, serta akses pasar Rusia yang selama ini belum tergarap maksimal menjadi isu yang layak dinantikan. Bagi pelaku usaha Indonesia, forum ini bisa menjadi pintu masuk untuk menjajaki pasar Eurasia yang selama ini didominasi negara-negara Eropa dan China.
Di tengah rivalitas global yang semakin tajam, langkah Prabowo menjaga hubungan baik dengan Rusia menunjukkan konsistensi politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia. Namun, pertanyaan yang menggantung adalah bagaimana Jakarta menyeimbangkan hubungan ini dengan kemitraan strategisnya bersama negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Uni Eropa. Apakah kunjungan ini akan membawa terobosan konkret yang berdampak langsung pada perekonomian domestik, atau sekadar memperkuat citra diplomatik?



