RB Leipzig Rekrut Gelandang Maroko Neil El Aynaoui dari AS Roma
Baca dalam 60 detik
- Leipzig meminjam gelandang Maroko Neil El Aynaoui dari AS Roma hingga akhir musim 2026/27, dengan opsi pembelian permanen.
- Pemain berusia 25 tahun itu membawa pengalaman Serie A, Liga Champions, dan Piala Dunia 2026, memperkuat lini tengah Die Roten Bullen.
- Langkah ini menegaskan strategi Leipzig memburu pemain muda potensial untuk bersaing di Bundesliga dan Eropa.

RB Leipzig resmi mengumumkan kedatangan gelandang timnas Maroko, Neil El Aynaoui, yang dipinjam dari AS Roma hingga akhir musim 2026/27. Kesepakatan ini juga mencakup opsi pembelian permanen bagi pemain berusia 25 tahun tersebut, yang diharapkan menambah daya gedor lini tengah Leipzig di tengah persaingan ketat Bundesliga.
El Aynaoui bukan nama asing di pentas Eropa. Sebelum merumput di Serie A bersama Roma, ia menimba ilmu di Ligue 1 bersama Lens. Selama 49 penampilan liga bersama Lens, ia mencuri perhatian berkat etos kerja tinggi. Kini, ia dipercaya mengisi slot gelandang box-to-box yang dinamis, melengkapi opsi yang dimiliki pelatih Martín Demichelis di sektor tengah.
Direktur Olahraga Leipzig, Marcel Schäfer, menilai El Aynaoui cocok dengan filosofi permainan tim yang mengedepankan intensitas dan penguasaan bola. "Dia pemain energik dan agresif, menawarkan intensitas tinggi saat tanpa bola, serta kreativitas dan dinamika saat memegang kendali permainan," ujarnya. Schäfer mengaku lega bisa mengamankan tanda tangan pemain incaran sebelum jendela transfer musim panas ditutup.
Karier El Aynaoui dimulai di Nancy, klub kota kelahirannya di kasta kedua Prancis. Penampilannya yang konsisten membawanya ke Lens pada 2023, lalu ke Roma pada 2025. Pengalaman mentas di Liga Champions dan Liga Europa bersama dua klub tersebut menjadi modal berharga. Di level internasional, ia telah mengoleksi 22 caps bersama Maroko, termasuk enam penampilan di Piala Dunia 2026 yang baru saja bergulir.
Kedatangan El Aynaoui menjadi rekrutan mencolok ketiga Leipzig pada bursa transfer ini, setelah Christopher Nkunku dan Rocco Reitz. Ketiganya diharapkan langsung berkontribusi setelah Leipzig memulai musim dengan kemenangan telak atas Borussia Mönchengladbach. Pemain bernomor punggung 21 itu bahkan sudah masuk skuad untuk laga tandang melawan Werder Bremen pada akhir pekan ini.
Bagi pengamat sepak bola, langkah Leipzig ini menunjukkan pola rekrutmen yang konsisten: memburu pemain muda bertalenta dengan potensi jual tinggi. El Aynaoui, yang masih berusia 25 tahun, dianggap memiliki ruang berkembang besar. Gaya bermainnya yang agresif dan kemampuannya membaca permainan diharapkan mampu menjadi katalis serangan Leipzig, yang musim lalu kerap kesulitan menembus pertahanan rapat lawan.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan ini menarik untuk dicermati. Bundesliga memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan kehadiran pemain internasional seperti El Aynaoui menambah daya tarik kompetisi. Selain itu, langkah Leipzig merekrut pemain dari liga top Eropa bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk berani berinvestasi pada pemain muda potensial.
El Aynaoui sendiri mengaku antusias menyambut tantangan baru. "RB Leipzig punya reputasi luar biasa, dan gaya bermain mereka dengan intensitas tinggi, dinamika, dan ambisi mendominasi bola sangat cocok dengan kekuatan saya. Saya tak sabar untuk segera bermain dan membantu tim mencapai target," katanya. Dengan jadwal padat Bundesliga dan Liga Champions, kontribusinya akan diuji sepanjang musim.
Pertanyaannya kini, apakah El Aynaoui mampu langsung beradaptasi dengan ritme Bundesliga yang mengandalkan pressing ketat? Atau akankah ia butuh waktu untuk menemukan performa terbaiknya? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan, seiring Leipzig berusaha mempertahankan posisi papan atas dan bersaing di pentas Eropa.



