Man City Pecahkan Rekor Transfer Inggris: Enzo Fernandez Ditebus £125 Juta
Baca dalam 60 detik
- Manchester City mencapai kesepakatan dengan Chelsea untuk memboyong gelandang asal Argentina, Enzo Fernandez, dengan nilai transfer £125 juta, menyamai rekor termahal di Inggris.
- Kepindahan ini menjadikan Fernandez sebagai pemain keempat yang laku di atas £100 juta pada bursa musim panas ini, menandai agresivitas belanja klub-klub Premier League.
- City yang kehilangan sejumlah gelandang utama, termasuk Rodri dan Bernardo Silva, berharap Fernandez bisa mengisi kekosongan lini tengah dan membawa dampak instan di bawah asuhan Enzo Maresca.

Manchester City resmi mencapai kesepakatan dengan Chelsea untuk mengamankan jasa gelandang internasional Argentina, Enzo Fernandez, dengan nilai transfer mencapai £125 juta. Angka ini menyamai rekor termahal yang pernah dibayarkan klub Inggris, sekaligus menjadi sinyal ambisi besar The Citizens di bursa transfer musim panas ini.
Kesepakatan ini terwujud setelah negosiasi intensif selama 24 jam terakhir. Fernandez, yang sebelumnya bergabung dengan Chelsea dari Benfica pada 2023 dengan rekor Inggris saat itu (£107 juta), kini bersiap menjalani tes medis sebelum menandatangani kontrak jangka panjang di Etihad Stadium. Sumber internal menyebutkan bahwa persyaratan pribadi tidak akan menjadi kendala berarti.
Keputusan Fernandez hengkang dari Stamford Bridge sebenarnya sudah terendus. Ia tidak dilibatkan dalam dua laga terakhir Chelsea, termasuk kemenangan 4-3 atas Brighton di Premier League dan kemenangan 2-0 atas Luton di Carabao Cup. Laporan dari Argentina bahkan menyebutkan bahwa pemain berusia 24 tahun itu meminta untuk tidak dimainkan, menandakan keinginannya untuk pindah.
Bagi Man City, kedatangan Fernandez menjadi jawaban atas krisis lini tengah yang mereka hadapi musim ini. Empat gelandang utama telah hengkang dari Etihad, termasuk Rodri yang dijual ke Barcelona seharga £65 juta dan Bernardo Silva yang pergi gratis ke Real Madrid. Kepergian Tijjani Reijnders ke Al-Qadsiah (£52 juta) dan Nico Gonzalez ke Newcastle (£52 juta) semakin memperparah situasi. Manajer Enzo Maresca, yang pernah menangani Fernandez di Chelsea, diyakini menjadi sosok kunci di balik kepindahan ini.
Pembelian Fernandez bukan satu-satunya gebrakan City di bursa musim panas ini. Sebelumnya, mereka telah memecahkan rekor transfer internal dengan mendatangkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest senilai £116 juta. Total belanja City musim ini diperkirakan menembus angka £300 juta, menjadikan mereka salah satu klub paling boros di Eropa.
Fenomena ini tidak hanya mengguncang pasar transfer Inggris, tetapi juga berimplikasi pada sepak bola global, termasuk Indonesia. Bagi pengamat sepak bola di Tanah Air, derasnya aliran dana di Premier League menunjukkan bahwa klub-klub papan atas Eropa semakin agresif dalam memburu talenta muda. Hal ini bisa berdampak pada harga pasar pemain Asia Tenggara yang juga mulai dilirik, meski masih jauh dari angka fantastis tersebut.
Selain itu, keputusan City untuk melepas banyak pemain inti dan menggantinya dengan wajah-wajah baru menunjukkan strategi regenerasi yang berani. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah Fernandez mampu langsung beradaptasi dengan gaya permainan Maresca yang menuntut pressing tinggi dan distribusi bola cepat. Sebelumnya, Fernandez sempat kesulitan menemukan konsistensi di Chelsea, meski menjadi pahlawan Argentina di Piala Dunia 2022.
Di sisi lain, Chelsea justru diuntungkan dengan penjualan ini. Mereka berhasil meraup keuntungan besar dari pemain yang dibeli dua musim lalu, dan dana segar tersebut bisa digunakan untuk memperkuat skuad di posisi lain. The Blues sendiri telah mendatangkan Morgan Rogers dengan harga £117 juta, menunjukkan bahwa mereka tidak tinggal diam di bursa transfer.
Dengan bursa transfer yang masih berjalan, keputusan City untuk memecahkan rekor transfer kedua kalinya dalam sebulan terakhir menunjukkan bahwa mereka tidak main-main dalam membangun skuad untuk musim 2025/2026. Apakah langkah ini akan membawa mereka kembali ke puncak klasemen, atau justru menjadi bumerang karena terlalu banyak perubahan? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Premier League musim ini akan semakin menarik untuk diikuti.



