Bursa Transfer Italia: Roma Gagal Amankan Leweling, El Aynaoui Terancam Batal ke Leipzig
Baca dalam 60 detik
- Roma menghentikan negosiasi untuk Jamie Leweling setelah kesepakatan โฌ35 juta gagal mencapai kata sepakat sebelum tenggat waktu.
- Transfer Neil El Aynaoui ke RB Leipzig terhambat oleh perbedaan pandangan soal kontrak pribadi, memicu kekhawatiran di kubu Giallorossi.
- Kegagalan ini menyoroti risiko strategi belanja di hari terakhir bursa, yang bisa berdampak pada kedalaman skuad Roma musim ini.

AS Roma secara resmi menghentikan upaya mendatangkan winger VfB Stuttgart, Jamie Leweling, setelah negosiasi yang berlarut-larut membuat kesepakatan senilai โฌ35 juta tidak mungkin dirampungkan sebelum tenggat waktu bursa transfer Italia. Sementara itu, rencana melepas Neil El Aynaoui ke RB Leipzig juga terancam batal karena perbedaan pandangan soal kontrak pribadi, menambah daftar panjang masalah di hari terakhir jendela transfer.
Sejak Gian Piero Gasperini mengambil alih kursi pelatih pada musim panas lalu, Roma memang gencar mencari sosok winger serang baru. Leweling dianggap sebagai target ideal, dan klub sempat mengajukan tawaran perbaikan, termasuk bonus, untuk meyakinkan Stuttgart. Namun, proses yang berlarut-larut membuat manajemen Roma akhirnya menyerah, karena batas waktu transfer di Italia berakhir pukul 19.00 waktu setempat.
Keputusan ini dikonfirmasi oleh sejumlah media terpercaya, seperti Sky Sport Italia, Sportitalia, dan Sky Sports Deutschland. Bagi Roma, kegagalan ini menjadi pukulan telak, mengingat mereka telah menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengejar pemain internasional Jerman itu. Padahal, Leweling diharapkan menjadi amunisi baru di lini sayap yang selama ini dianggap kurang tajam.
Di sisi lain, nasib Neil El Aynaoui juga belum jelas. Gelandang asal Maroko itu sebenarnya sudah terbang ke Jerman untuk menjalani tes medis dengan RB Leipzig, namun laporan dari Footmercato menyebutkan adanya kendala dalam negosiasi kontrak pribadi. Ini bukan pertama kalinya El Aynaoui menjadi sumber masalah bagi Roma; sebelumnya ia juga menolak tawaran Crystal Palace pada awal musim panas.
Rencana awal, El Aynaoui akan dipinjamkan dengan biaya โฌ4 juta plus opsi pembelian senilai โฌ25-28 juta pada akhir musim. Jika kesepakatan ini batal, Roma akan kehilangan kesempatan untuk melepas pemain yang tidak masuk rencana utama Gasperini, sekaligus kehilangan potensi pemasukan yang bisa digunakan untuk belanja pemain lain.
Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Eropa, termasuk yang ada di Indonesia, tentang pentingnya manajemen waktu dalam bursa transfer. Di tengah persaingan ketat, menunda negosiasi hingga menit-menit akhir seringkali berujung pada kekacauan. Bagi Roma, ini bisa berdampak pada performa tim di awal musim, terutama jika Gasperini tidak mendapatkan pemain yang ia butuhkan.
Ke depannya, Roma harus segera mencari alternatif, meski waktu sudah hampir habis. Pertanyaannya, apakah mereka akan berani mengambil risiko dengan pemain lain di saat-saat terakhir, atau memilih bertahan dengan skuad yang ada? Keputusan ini akan menentukan sejauh mana mereka mampu bersaing di Serie A dan kompetisi Eropa musim ini.



