Buru Gelandang Anyar, Manchester United Pantau Situasi Eduardo Camavinga
Baca dalam 60 detik
- Setan Merah masih membuka peluang belanja pemain di hari pamungkas bursa transfer, dengan prioritas menambah amunisi di pos bek kiri dan lini tengah.
- Eduardo Camavinga, yang jarang dimainkan Real Madrid musim ini, disebut-sebut bisa dilepas dan menjadi target lama United untuk menambal dua sektor sekaligus.
- Jika gagal mendaratkan pemain Prancis itu pada bursa Januari, United diprediksi akan kembali melancarkan pendekatan pada 2027 saat kontraknya tersisa dua tahun.

Manchester United masih menyimpan peluang untuk bergerak di sisa jam terakhir bursa transfer musim panas. Klub asal Manchester itu dikabarkan siap memanfaatkan celah yang ada, terutama untuk menambal dua posisi yang selama ini menjadi pekerjaan rumah: bek kiri dan gelandang.
Setelah awal bursa yang cukup sibuk dengan mendatangkan Youri Tielemans, Andrey Santos, dan Carlos Baleba dari Brighton, United sempat meredup. Namun, kebutuhan di sektor bek kiri kembali mengemuka setelah Tyrell Malacia hengkang dengan status bebas transfer pada Juni lalu. Situasi kian pelik karena Harry Amass, pemain muda yang sempat diharapkan menjadi pelapis, justru diminati Burnley. Alhasil, Luke Shaw menjadi satu-satunya bek kiri murni di skuad asuhan Michael Carrick.
Jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, dalam podcast Market Madness milik GiveMeSport, mengungkapkan bahwa United tidak menutup pintu untuk mendatangkan bek kiri baru. Bahkan, manajemen sudah melakukan pembicaraan dengan Jorge Mendes, agen Alejandro Balde dari Barcelona, dua pekan lalu. Namun, nilai transfer Balde dinilai terlalu mahal. "Jika mereka menemukan pemain yang tepat di hari terakhir, mereka akan senang hati membawanya masuk," ujar Romano.
Di sisi lain, laporan The Athletic menyebut Real Madrid mulai membuka tawaran untuk Eduardo Camavinga. Gelandang berusia 23 tahun itu baru tampil sebagai starter sekali dalam tiga laga perdana La Liga musim ini. Los Blancos dikabarkan siap mendengarkan tawaran, terutama dari klub-klub Premier League yang dianggap memiliki daya beli tinggi. Madrid ingin mengganti Camavinga dengan gelandang yang mampu mengatur tempo permainan, mirip peran Toni Kroos di masa lalu.
Camavinga bukan nama asing bagi United. Sebelum akhirnya memilih Baleba, manajemen sempat mempertimbangkan untuk memboyong mantan pemain Rennes tersebut. Keunggulan utama Camavinga adalah fleksibilitasnya: ia bisa bermain sebagai gelandang bertahan maupun bek kiri. Kemampuan ganda ini dinilai bisa menjadi solusi praktis bagi United yang ingin menambal dua posisi sekaligus tanpa harus mengeluarkan dana besar.
Mantan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, pernah memuji kemampuan Camavinga saat dimainkan sebagai bek sayap. "Secara teknis, dia tidak perlu belajar lagi. Fisiknya seperti mesin Ferrari, bukan Fiat 500," kenang Ancelotti, yang bersama Camavinga meraih dua gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions. Pujian semacam itu menegaskan bahwa pemain Prancis ini memiliki kualitas yang tidak perlu diragukan, meski kini jarang dimainkan di bawah asuhan Jose Mourinho.
Bagi United, mendatangkan Camavinga bukan sekadar menambah kedalaman skuad. Kehadirannya bisa menjadi sinyal ambisi klub yang musim ini kembali tampil di kompetisi Eropa. Namun, tantangan terbesar adalah meyakinkan Real Madrid untuk melepas pemain yang masih terikat kontrak hingga 2027. Jika gagal pada bursa kali ini, bukan tidak mungkin United akan kembali mencoba pada musim panas mendatang, atau bahkan menunggu hingga 2027 ketika kontrak Camavinga memasuki dua tahun terakhir.
Di tengah persaingan ketat Liga Inggris, langkah United di bursa transfer akan menentukan sejauh mana mereka mampu bersaing. Pertanyaannya, akankah INEOS, pemilik baru United, berani mengambil keputusan besar di menit-menit akhir? Atau justru memilih menunggu peluang yang lebih matang di masa depan?



