OVHcloud Raih Sertifikasi Keamanan Siber Prancis, Siap Ekspansi ke Eropa
Baca dalam 60 detik
- OVHcloud memperoleh kualifikasi SecNumCloud untuk cloud publiknya, memungkinkan penanganan data sensitif negara.
- Langkah ini memperkuat posisi OVHcloud melawan dominasi AWS, Azure, dan Google Cloud di pasar Eropa.
- Ekspansi ke Italia, Jerman, dan Polandia direncanakan, membuka peluang bagi adopsi cloud berstandar tinggi di Indonesia.

OVHcloud, penyedia layanan cloud asal Prancis, baru saja mengumumkan perolehan sertifikasi keamanan siber tingkat tinggi dari pemerintah setempat. Kualifikasi SecNumCloud ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menangani data sensitif milik instansi negara dan sektor industri yang diatur ketat, sekaligus memperkuat posisinya di tengah persaingan ketat dengan raksasa teknologi Amerika Serikat.
Sertifikasi yang diberikan oleh Badan Keamanan Siber Prancis (ANSSI) ini bukan sekadar formalitas. SecNumCloud merupakan standar tertinggi untuk keamanan cloud di Prancis, yang mensyaratkan perlindungan data tingkat tinggi dan bebas dari hukum ekstrateritorial asing. Dengan demikian, OVHcloud kini menjadi salah satu dari sedikit penyedia cloud yang mampu menawarkan layanan publik cloud dengan jaminan keamanan dan kedaulatan data yang ketat, sesuai dengan regulasi yang semakin diperketat di Eropa.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi OVHcloud untuk merebut pangsa pasar layanan cloud untuk pemerintah dan industri yang diatur di Eropa. Selama ini, pasar tersebut didominasi oleh Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud. Dengan sertifikasi ini, OVHcloud berharap dapat meyakinkan institusi publik dan perusahaan di sektor-sektor sensitif untuk beralih atau menggunakan layanannya.
Public cloud sendiri merupakan segmen bisnis dengan pertumbuhan tercepat bagi OVHcloud. Pada kuartal terakhir, segmen ini mencatat pertumbuhan pendapatan hingga 15,8 persen. Angka ini menunjukkan tingginya permintaan akan layanan cloud yang aman dan sesuai regulasi, terutama di kawasan Eropa yang sedang gencar mendorong kedaulatan digital.
Setelah sukses di Prancis, OVHcloud berencana memperluas platform ini ke negara-negara Eropa lainnya. Italia, Jerman, dan Polandia menjadi target berikutnya, dengan tetap memperhatikan persyaratan nasional masing-masing negara. Ekspansi ini akan semakin memperkuat posisi OVHcloud sebagai pemain kunci di pasar cloud Eropa.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memberikan gambaran tentang pentingnya kedaulatan data dan keamanan siber dalam layanan cloud. Di tengah meningkatnya adopsi cloud di Indonesia, baik oleh pemerintah maupun swasta, keberadaan penyedia cloud dengan sertifikasi keamanan tinggi seperti OVHcloud bisa menjadi alternatif yang menarik. Namun, perlu diingat bahwa regulasi dan kebutuhan lokal tetap menjadi pertimbangan utama.
Ke depannya, persaingan di pasar cloud Eropa diprediksi akan semakin sengit. OVHcloud dengan sertifikasi barunya akan menjadi penantang serius bagi para raksasa Amerika. Pertanyaannya, apakah langkah ini akan diikuti oleh penyedia cloud lainnya untuk mengejar sertifikasi serupa? Atau justru akan memicu perang harga dan inovasi yang menguntungkan konsumen?



