Torino Resmi Gaet Bek Everton, Nathan Patterson: Nilai Transfer dan Klausul Penjualan Kembali Terungkap
Baca dalam 60 detik
- Torino mencapai kesepakatan dengan Everton untuk transfer permanen Nathan Patterson senilai โฌ1 juta plus klausul penjualan kembali 30%.
- Patterson, yang kontraknya di Everton tersisa kurang dari setahun, akan menandatangani kontrak tiga tahun di Stadio Grande Torino.
- Kedatangan Patterson melengkapi perombakan lini belakang Torino setelah mereka juga mengamankan Rafik Belghali dari Verona.

Torino bergerak cepat di bursa transfer Januari dengan mengamankan dua bek kanan sekaligus. Klub Serie A itu resmi mengumumkan kedatangan Rafik Belghali dari Hellas Verona, dan yang lebih menarik, mereka telah mencapai kesepakatan dengan Everton untuk memboyong Nathan Patterson. Langkah ini menegaskan ambisi Torino untuk memperkuat sektor pertahanan mereka di tengah persaingan ketat Liga Italia.
Patterson, pemain internasional Skotlandia berusia 24 tahun, telah mendapat izin untuk terbang ke Italia dan menjalani tes medis dengan klub yang bermarkas di Stadio Grande Torino tersebut. Menurut laporan The Athletic, Sky Sport Italia, dan pakar transfer Fabrizio Romano, kepindahan ini bersifat permanen dengan nilai mencapai โฌ1 juta, ditambah klausul penjualan kembali sebesar 30 persen. Angka ini terbilang murah mengingat Everton sebelumnya membayar โฌ14 juta untuk membawanya dari Rangers pada 2022.
Kontrak Patterson di Goodison Park sebenarnya baru akan berakhir pada Juni 2027, namun dengan sisa waktu kurang dari satu tahun, Everton tampaknya memilih untuk melepasnya lebih awal daripada kehilangan dengan gratis. Di sisi lain, Patterson akan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama Torino, yang memberinya kepastian jangka panjang setelah mengalami masa sulit di Inggris. Selama membela The Toffees, ia mencatatkan 68 penampilan kompetitif dengan sumbangan tiga assist, sebuah kontribusi yang mungkin dianggap belum maksimal untuk pemain semahal dirinya.
Keputusan Torino untuk mendatangkan Patterson tidak lepas dari kebutuhan mendesak akan bek kanan baru. Sebelumnya, mereka telah mengamankan jasa Rafik Belghali dari Verona, yang juga berposisi sebagai bek kanan. Belghali, pemain internasional Aljazair, bergabung dengan status transfer permanen. Dengan dua pemain baru di posisi yang sama, Torino tampaknya ingin memberikan kompetisi ketat di lini belakang, sekaligus menyiapkan opsi rotasi yang lebih fleksibel untuk sisa musim.
Bagi pengamat sepak bola, transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Italia semakin cerdik dalam memanfaatkan situasi kontrak pemain. Dengan hanya mengeluarkan โฌ1 juta, Torino mendapatkan pemain berusia 24 tahun yang masih memiliki potensi berkembang, plus peluang untung besar di masa depan melalui klausul penjualan kembali. Ini adalah strategi yang lazim di Serie A, di mana klub-klub menengah seringkali berburu pemain dengan nilai pasar rendah namun potensi tinggi.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Liga 1 dalam mengelola aset pemain. Nilai jual kembali (sell-on clause) yang diterapkan Torino adalah praktik yang jarang terjadi di Indonesia, di mana transfer pemain seringkali dilakukan tanpa perlindungan finansial jangka panjang. Jika klub-klub Indonesia mulai mengadopsi model seperti ini, mereka bisa lebih terlindungi dari kerugian saat melepas pemain bintang ke luar negeri.
Patterson sendiri bukan nama asing di kancah internasional. Ia memulai debutnya untuk timnas Skotlandia pada 2019 dan telah mengoleksi 29 caps dengan satu gol. Pengalamannya di kompetisi Eropa, termasuk bermain di Liga Primer Inggris, akan menjadi nilai tambah bagi Torino yang tengah berjuang untuk bersaing di papan atas Serie A. Dengan tambahan dua bek kanan baru, pelatih Torino memiliki lebih banyak pilihan untuk meramu strategi, baik dalam skema bertahan maupun menyerang.
Langkah selanjutnya adalah menuntaskan proses medis dan administrasi. Jika tidak ada kendala, Patterson akan resmi diperkenalkan sebagai pemain Torino dalam beberapa hari ke depan. Pertanyaannya, apakah kepindahan ini akan mengangkat performanya kembali seperti saat di Rangers, atau justru menjadi awal dari petualangan yang menantang di Italia? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: Torino tidak main-main dalam memperkuat skuad mereka musim ini.


