Crystal Palace Berburu Striker Muda Janneh dan Winger Fofana di Menit Akhir Bursa Transfer
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace mengincar penyerang Lausanne Omar Janneh (20) sebagai opsi murah untuk menambah daya gedor lini depan.
- Klub London selatan itu juga siap menggelontorkan dana besar untuk merekrut winger Lyon, Malick Fofana, meski harus bersaing dengan Arsenal.
- Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian masa depan Jean-Philippe Mateta dan performa Jorgen Strand Larsen yang belum meyakinkan.

Crystal Palace bergerak cepat di penghujung bursa transfer musim dingin. Klub asal London selatan itu dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan penyerang Lausanne, Omar Janneh, sebagai bagian dari upaya memperkuat lini serang sebelum tenggat pukul 23.00 waktu setempat.
Langkah ini muncul di tengah situasi yang belum jelas mengenai masa depan Jean-Philippe Mateta. Penyerang asal Prancis itu hanya menyisakan satu tahun lagi dalam kontraknya, dan meski ia tidak hengkang pada bursa ini, Palace tetap membutuhkan opsi baru di lini depan. Performa Jorgen Strand Larsen yang didatangkan dari Wolverhampton Wanderers pada Januari lalu juga belum sesuai harapan—baru mencetak empat gol dalam 24 penampilan.
Omar Janneh, pemain berusia 20 tahun asal Spanyol, menjadi kandidat yang menarik. Sejak bergabung dengan Lausanne dari Atletico Madrid pada Januari 2025, ia tampil impresif dengan koleksi 12 gol dan empat assist dalam 26 pertandingan. Musim ini, di Liga Super Swiss, ia bahkan mencatatkan empat gol hanya dalam enam penampilan, dengan ekspektasi gol (xG) mencapai 2,52. Pengamat sepak bola Jacek Kulig memuji adaptasinya yang cepat di liga baru.
Meski belum pernah tampil di tim utama Atletico, potensi Janneh dinilai cukup untuk menjadi pelapis Mateta. Palace dikabarkan bersedia membiarkan kontrak Mateta berjalan hingga habis demi mempertahankan jasanya satu musim lagi, sambil menyiapkan penerus jangka panjang. Janneh, yang diperkirakan bisa ditebus hanya dengan £10 juta, menjadi investasi yang terjangkau.
Namun, persaingan untuk mendapatkan Janneh tidak mudah. Sejumlah klub Eropa seperti Hoffenheim, Freiburg, Borussia Monchengladbach, AS Monaco, dan Anderlecht juga dikabarkan tertarik. Lausanne sendiri enggan melepas pemainnya, tetapi tawaran yang masuk bisa mengubah posisi mereka.
Selain striker, Palace juga berupaya mendatangkan winger anyar. Mereka siap bergerak cepat untuk merekrut Malick Fofana dari Lyon. Pemain sayap asal Belgia berusia 21 tahun itu diperkirakan bisa dilepas dengan nilai sekitar £39 juta. Namun, Arsenal juga dikabarkan tertarik, dan Fofana disebut lebih condong bergabung dengan The Gunners—faktor yang bisa mempersulit negosiasi Palace.
Fofana, yang pernah memperkuat KAA Gent, sebenarnya memiliki catatan cukup produktif. Namun, cedera pergelangan kaki yang menjalani operasi membuatnya absen hampir sepanjang musim 2025-26. Hal ini menjadi pertimbangan risiko bagi klub peminat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Palace di bursa ini menarik untuk dicermati. Kebijakan klub-klub Premier League yang mulai melirik pemain muda dari liga-liga non-unggulan seperti Swiss menunjukkan tren baru dalam strategi rekrutmen. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih berani menjelajah pasar pemain yang belum terlalu dieksplorasi, alih-alih bergantung pada agen atau liga mainstream.
Dengan tenggat yang semakin dekat, keputusan Palace akan menjadi ujian bagi ambisi mereka di sisa musim. Mampukah mereka mengamankan dua target sekaligus? Atau justru kehilangan peluang karena persaingan yang ketat? Jawabannya akan segera terungkap dalam hitungan jam.



