Everton Siapkan Duet Maut Balogun-Grealish demi Kembali ke Eropa
Baca dalam 60 detik
- Everton bergerak cepat di bursa transfer akhir musim dengan mendatangkan Folarin Balogun dari Monaco untuk mengisi lini depan, menyusul kepergian Beto ke Fiorentina.
- Jack Grealish dikabarkan sepakat kembali ke Goodison Park dengan status pinjaman dari Manchester City, setelah sukses memikat pada musim sebelumnya.
- Kombinasi Balogun dan Grealish diharapkan menjadi kunci kebangkitan The Toffees yang musim lalu hanya finis di posisi 13 klasemen Premier League.

Everton memasuki detik-detik akhir bursa transfer dengan agresivitas yang mengingatkan pada serangan balik di menit ke-90. Manajer David Moyes optimistis mampu mengamankan dua rekrutan kunci sebelum tenggat, dengan Folarin Balogun dari Monaco dan Jack Grealish dari Manchester City menjadi target utama untuk mengubah wajah lini serang tim.
Kabar dari Sky Sports News menyebut Everton siap mengaktifkan minatnya pada Balogun jika Beto resmi pindah ke Fiorentina. Penyerang asal Guinea-Bissau itu memang tampil impresif di akhir musim lalu, namun konsistensinya diragukan. Balogun, yang gagal menembus tim utama Arsenal, justru bersinar di Ligue 1 bersama Reims dan Monaco, dengan catatan 45 gol dan 14 assist dalam 109 penampilan. Nilai pasar pemain berusia 25 tahun itu mencapai ยฃ40 juta, menjadikannya investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Di sisi lain, kembalinya Grealish ke Merseyside menjadi cerita manis. Menurut jurnalis transfer Fabrizio Romano, kesepakatan pinjaman telah disetujui kedua klub, dan pemain internasional Inggris itu dijadwalkan menjalani tes medis pada Selasa pagi. Grealish sendiri mengaku "senang luar biasa" dengan masa pinjamannya musim lalu dan ingin mengulanginya, meski Aston Villa, klub masa kecilnya, turut mengincar.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, pergerakan Everton ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League kelas menengah berusaha bersaing di papan atas dengan strategi transfer cerdas. Kehadiran pemain seperti Balogun dan Grealish juga meningkatkan daya tarik tayangan Premier League yang banyak diikuti masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi pelajaran tentang pentingnya manajemen skuat yang efektif.
Analis sepak bola Umir Ifran menyebut Grealish sebagai pemain "magis" dalam menyerang. Kemampuannya melewati lawan dan menciptakan peluang akan menjadi suplai ideal bagi ketajaman Balogun di kotak penalti. Musim lalu, Grealish sering frustrasi karena umpan-umpan matangnya tidak dimaksimalkan oleh Beto atau Thierno Barry. Dengan Balogun yang lebih klinis, duet ini berpotensi menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan.
Keputusan Everton melepas Ndiaye ke Manchester City tampaknya menjadi pintu masuk bagi Grealish. The Citizens dianggap "memberi bantuan" kepada Everton dengan melepas Grealish dengan status pinjaman. Ini adalah bagian dari strategi City untuk merampingkan skuat, sementara Everton mendapatkan kreator serangan yang sudah terbukti.
Moyes, yang dikenal sebagai manajer pragmatis, tampaknya ingin membangun tim yang lebih seimbang. Dengan Kenny Tete yang hampir pasti datang dari Fulham untuk mengisi pos bek kanan, dan Balogun sebagai penyerang tengah baru, Everton berharap tidak akan mengulangi kesalahan musim lalu yang rapuh di lini belakang dan tumpul di depan gawang.
Namun, ada pertanyaan besar: apakah Grealish yang sudah berusia 30 tahun masih bisa tampil konsisten? Dan apakah Balogun mampu beradaptasi dengan kerasnya Premier League? Jika keduanya menjawab dengan performa impresif, bukan tidak mungkin Everton kembali menjadi penantang serius untuk tiket Eropa. Jika tidak, musim lain yang mengecewakan bisa kembali menghantui Goodison Park.



