Roma Tahan Negosiasi Chelsea untuk Koné: Gasperini dan D'Amico Menolak Pelepasan Gelandang
Baca dalam 60 detik
- Roma menolak tawaran awal Chelsea senilai €60 juta untuk Manu Koné, dengan pelatih dan direktur olahraga menentang kepergiannya.
- Gasperini dan D'Amico memaksa pemilik klub untuk menunda pembicaraan, menyoroti pentingnya Koné dalam skema permainan Roma.
- Chelsea masih berpeluang mengajukan tawaran baru sebelum tenggat waktu transfer Premier League berakhir tengah malam nanti.

Roma memutuskan untuk menahan pembicaraan transfer dengan Chelsea terkait masa depan gelandang asal Prancis, Manu Koné, setelah pelatih Gian Piero Gasperini dan direktur olahraga Tony D'Amico secara tegas menolak rencana pelepasan pemain tersebut. Keputusan ini muncul di tengah bursa transfer musim panas yang memasuki hari terakhir, dengan Chelsea dilaporkan telah mengajukan tawaran awal senilai €60 juta untuk pemain berusia 23 tahun itu.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, tawaran Chelsea tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga mencakup rencana peminjaman Jamie Gittens ke Stadio Olimpico. Namun, respons Roma tidak seperti yang diharapkan. Alih-alih menerima, manajemen justru memilih untuk menunda negosiasi, sebuah sinyal bahwa Koné dianggap sebagai aset yang sulit dilepas. Sikap Gasperini dan D'Amico menjadi faktor kunci, karena keduanya menilai kehadiran Koné sangat vital untuk keseimbangan lini tengah Roma musim ini.
Keputusan ini menjadi menarik karena Chelsea tengah dalam situasi mendesak. Bursa transfer Premier League akan ditutup pada tengah malam waktu setempat, sementara klub-klub Serie A masih memiliki waktu hingga pukul 20.00 CET. Artinya, Roma masih punya ruang untuk mempertimbangkan tawaran, tetapi Chelsea harus bergerak cepat jika ingin mengamankan tanda tangan Koné sebelum tenggat waktu.
Sebelumnya, Koné juga sempat dikaitkan dengan Manchester United, namun hingga saat ini belum ada tawaran resmi dari Setan Merah. Situasi ini menunjukkan bahwa minat klub-klub besar Inggris terhadap Koné cukup tinggi, tetapi Roma tampaknya tidak mudah tergoda. Apalagi, dengan performa konsisten yang ditunjukkan Koné sejak bergabung, ia menjadi salah satu pilar penting dalam rencana jangka panjang Gasperini.
Bagi pengamat sepak bola, langkah Roma ini bisa menjadi sinyal bahwa mereka tidak ingin kehilangan pemain kunci di tengah persaingan ketat Serie A. Dengan kehadiran Koné, lini tengah Roma memiliki kreativitas dan ketenangan dalam mengatur tempo permainan. Kehilangan pemain seperti ini tentu akan menjadi pukulan besar, terutama jika penggantinya tidak sepadan.
Di sisi lain, Chelsea tampaknya tengah melakukan perombakan skuad besar-besaran. Setelah sepakat menjual Enzo Fernández ke Manchester City, The Blues membutuhkan pengganti yang mampu langsung beradaptasi. Koné, dengan pengalamannya di Serie A, dinilai cocok untuk mengisi kekosongan tersebut. Namun, dengan penolakan Roma, Chelsea harus memutar otak untuk mencari alternatif lain atau meningkatkan tawaran mereka.
Konteks ini juga relevan bagi penggemar sepak bola Indonesia. Banyak yang mengikuti perkembangan transfer pemain-pemain top Eropa, dan keputusan Roma ini menjadi sorotan karena melibatkan salah satu klub besar Italia. Bagi para pengamat, situasi ini menunjukkan bahwa klub-klub Italia kini semakin berani mempertahankan aset berharga mereka, sekaligus menjadi pelajaran bahwa uang tidak selalu menjadi segalanya dalam negosiasi transfer.
Pertanyaannya kini, apakah Chelsea akan mengajukan tawaran baru yang lebih menarik sebelum tenggat waktu? Atau akankah Roma tetap pada pendiriannya dan mempertahankan Koné hingga akhir bursa? Keputusan dalam beberapa jam ke depan akan menentukan arah karier pemain muda ini, sekaligus menjadi ujian bagi strategi transfer kedua klub.



