Dikejar Layangan Putus, Bocah 9 Tahun Terperosok ke Sumur Bor 400 Kaki: 5 Jam Bertahan di Kedalaman 50 Kaki
Baca dalam 60 detik
- Seorang bocah di Alwar, Rajasthan, selamat setelah jatuh ke sumur bor tua sedalam 400 kaki saat mengejar layangan, dan dievakuasi setelah hampir lima jam.
- Operasi penyelamatan melibatkan tim SDRF, NDRF, dan tiga ekskavator JCB, dengan suplai oksigen dan air ke korban selama proses.
- Kejadian ini menyoroti bahaya sumur bor terbengkalai di India, yang juga menjadi peringatan bagi daerah rawan di Indonesia.

Seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun di Distrik Alwar, Rajasthan, India, nyaris kehilangan nyawa setelah jatuh ke dalam sumur bor terbengkalai sedalam 400 kaki saat mengejar layangan putus. Bocah bernama Bhanu itu berhasil dievakuasi setelah bertahan hampir lima jam di kedalaman sekitar 40-50 kaki, dan dilaporkan dalam kondisi sadar serta mampu berbicara.
Peristiwa nahas ini terjadi di Desa Butoli, Senin malam (1/9/2026), ketika Bhanu berlari mengejar layangan yang putus di sebuah lapangan. Menurut warga setempat, sumur bor tua yang sudah lama tidak digunakan itu ditutup dengan batu. Saat Bhanu menginjak batu penutup, batu tersebut bergeser dan membuatnya terperosok ke dalam lubang sumur. Warga mengaku tidak menyadari bahaya yang mengintai dari sumur terbengkalai tersebut, karena area lapangan jarang dilalui orang.
Kejadian ini langsung memicu respons cepat aparat setempat. Polisi dan pejabat administrasi mendapat laporan sekitar pukul 18.30 waktu setempat, seperti diungkapkan Additional Superintendent of Police Priyanka Raghuvanshi. Tim penyelamat segera dikerahkan untuk menjangkau Bhanu sambil terus menjaga komunikasi dengannya dari dalam sumur. Oksigen dan air berhasil dialirkan ke korban selama proses evakuasi berlangsung.
Operasi penyelamatan melibatkan tim gabungan dari State Disaster Response Force (SDRF) dan National Disaster Response Force (NDRF). Tiga unit ekskavator JCB dikerahkan untuk menggali area di sekitar sumur bor. Sejumlah pejabat hadir di lokasi, termasuk SDM Manisha Resham, Tehsildar Manish Kumar Sharma, DSP Narendra Kumar, dan Kepala Polisi Sektor Rajesh Kumar. Upaya yang berlangsung hampir lima jam itu akhirnya membuahkan hasil, dan Bhanu berhasil diangkat ke permukaan sekitar pukul 23.00, disambut sorak gembira warga dan petugas yang menunggu.
Menurut Raghuvanshi, kondisi Bhanu terlihat baik dan ia mampu berkomunikasi setelah dievakuasi. Meski demikian, pihak berwenang tetap membawanya ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan medis sebagai langkah antisipasi. Keterlibatan seorang ahli teknis NDRF bernama Sachin Chaudhary juga menjadi sorotan. Chaudhary, yang sedang cuti di Naugaon, mengetahui insiden ini melalui media sosial dan langsung menuju lokasi. Ia tiba sekitar pukul 21.30 dan membantu koordinasi teknis; menurutnya, Bhanu berhasil dikeluarkan sekitar 10 menit setelah ia bergabung.
Insiden ini kembali menyoroti bahaya sumur bor terbengkalai di India, yang kerap menjadi perangkap mematikan bagi warga, terutama anak-anak. Di Indonesia, kasus serupa juga pernah terjadi, misalnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah. Sumur bor yang tidak digunakan seharusnya ditutup rapat atau diisi ulang dengan tanah untuk mencegah risiko serupa. Langkah ini penting mengingat banyaknya sumur bor liar yang ditinggalkan tanpa pengamanan.
Keberhasilan evakuasi Bhanu tidak lepas dari koordinasi cepat antara warga, polisi, dan tim penyelamat. Namun, pertanyaan yang muncul adalah: bagaimana mencegah terulangnya kejadian ini? Pemerintah India, khususnya negara bagian Rajasthan, perlu mengaudit sumur bor tua dan memastikan tidak ada lagi lubang terbengkalai yang membahayakan. Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat bahwa pengawasan infrastruktur perdesaan, termasuk sumur bor, harus lebih ketat. Akankah ada kebijakan baru untuk menutup sumur-sumur liar? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi nyawa anak-anak tidak boleh menjadi taruhan.



