Fiorentina Rekrut Beto dan Gnonto di Menit Akhir: Dua Amunisi Baru dari Inggris
Baca dalam 60 detik
- Fiorentina mengamankan dua pemain anyar dari Premier League dan Championship pada hari terakhir bursa transfer, dengan Beto dari Everton dan Gnonto dari Leeds United menjalani tes medis.
- Kedatangan Gnonto menandai kembalinya pemain internasional Italia itu ke Serie A, kompetisi yang belum pernah ia rasakan meski pernah menimba ilmu di akademi Inter Milan.
- Keputusan Fiorentina beralih dari Joshua Zirkzee ke Beto menunjukkan strategi adaptif klub dalam menghadapi negosiasi yang alot, dengan total investasi mencapai 33 juta euro untuk kedua pemain.

Fiorentina bergerak cepat di penghujung bursa transfer musim dingin dengan mengamankan dua pemain anyar dari Inggris. Everton striker Beto dan Leeds United winger Wilfried Gnonto dikabarkan telah menjalani tes medis di Viola Park, markas latihan klub di luar Florence, pada hari terakhir jendela transfer, Jumat (31/1) waktu setempat.
Langkah ini menjadi solusi darurat setelah upaya Fiorentina untuk mendatangkan Joshua Zirkzee dari Manchester United menemui jalan buntu. Negosiasi yang alot, terutama terkait kesepakatan pribadi dengan pemain asal Belanda itu, memaksa La Viola mengalihkan target ke Beto, yang sebelumnya memperkuat Udinese dan kini bersiap pindah dari Everton dengan nilai transfer mencapai 18 juta euro.
Beto tiba di fasilitas medis pada sore hari, sementara Gnonto menyusul pada malam harinya. Kehadiran pemain berusia 22 tahun itu disambut antusias oleh para penggemar yang berkumpul di sekitar lokasi. Gnonto, yang merupakan produk akademi Inter Milan, belum pernah merasakan debut di Serie A meski pernah menimba ilmu di klub raksasa Italia tersebut. Ia kemudian pindah ke FC Zurich pada 2020 dan dijual ke Leeds United dua tahun kemudian.
Kesepakatan untuk Gnonto dilaporkan berupa pinjaman senilai 1 juta euro dengan opsi pembelian permanen sebesar 15 juta euro pada akhir musim. "Saya tidak sabar," ujar Gnonto kepada wartawan, termasuk dari La Viola. "Saya menyapa semua penggemar Fiorentina dan tidak sabar untuk bertemu kalian semua."
Keputusan Fiorentina untuk merekrut dua pemain sekaligus pada hari terakhir bursa menunjukkan ambisi klub untuk memperkuat skuad di bawah asuhan pelatih Raffaele Palladino. Beto, yang memiliki postur tinggi dan kemampuan duel udara, diharapkan menjadi opsi baru di lini depan, sementara Gnonto memberikan kecepatan dan kreativitas di sayap. Keduanya diproyeksikan langsung tersedia untuk pertandingan berikutnya, memberikan kedalaman skuad yang lebih baik bagi La Viola dalam perburuan tiket Eropa.
Bagi Gnonto, kepindahan ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan diri di kompetisi tertinggi Italia. Meski belum pernah tampil di Serie A, ia telah menunjukkan kualitasnya di Championship bersama Leeds, mencetak beberapa gol penting. Kembalinya ia ke Italia juga menjadi sorotan bagi para penggemar yang mengingat masa mudanya di Inter. Sementara itu, Beto, yang pernah bersinar di Udinese, diharapkan dapat mengulang performa impresifnya di Serie A.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan Fiorentina di bursa transfer ini menarik untuk disimak, terutama bagi penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti perkembangan pemain-pemain diaspora. Meski tidak ada pemain Indonesia yang terlibat, dinamika transfer ini mencerminkan bagaimana klub-klub Eropa beradaptasi dengan cepat terhadap situasi yang berubah, sebuah pelajaran berharga bagi pengelolaan klub di Indonesia yang kerap menghadapi keterbatasan waktu dan sumber daya.
Dengan bursa transfer yang telah ditutup, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kedua pemain ini akan beradaptasi dengan gaya bermain Fiorentina. Apakah Beto mampu menggantikan peran penyerang utama yang selama ini diandalkan? Dan akankah Gnonto akhirnya mendapatkan kesempatan yang selama ini ia nantikan di Serie A? Hanya waktu yang akan menjawab, namun langkah berani Fiorentina ini patut diapresiasi sebagai upaya untuk tetap kompetitif di papan atas klasemen.



