Norton-Cuffy ke Venezia: Bek Muda Arsenal Pilih Lagunari di Tengah Derby Transfer Italia
Baca dalam 60 detik
- Venezia dikabarkan sepakat memboyong Brooke Norton-Cuffy dari Genoa dengan nilai transfer โฌ14 juta, plus Richie Sagrado melenggang ke arah sebaliknya.
- Keputusan mengejutkan ini mengakhiri spekulasi panjang yang sempat mengaitkan pemain 22 tahun itu dengan sejumlah klub papan atas Serie A dan Premier League.
- Jika terealisasi, Norton-Cuffy akan menjadi rekrutan ketiga Venezia dalam sehari setelah Juan Jesus dan Pasquale Mazzocchi, menandai ambisi besar tim promosi tersebut.

Venezia bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini. Setelah resmi mengamankan jasa Juan Jesus dan Pasquale Mazzocchi, klub promosi Serie A itu dikabarkan hampir mencapai kesepakatan untuk mendatangkan bek kanan muda Genoa, Brooke Norton-Cuffy, dengan nilai transfer mencapai โฌ14 juta. Kabar ini mengejutkan banyak pihak, mengingat pemain berusia 22 tahun itu sepanjang musim panas dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa.
Norton-Cuffy, yang merupakan produk akademi Arsenal, sempat menjadi incaran Inter Milan, Juventus, AS Roma, AC Milan, Napoli, Fiorentina, Everton, Sunderland, hingga Fulham. Namun, alih-alih bergabung dengan klub yang berlaga di kompetisi Eropa, ia justru dikabarkan memilih pindah permanen ke Venezia, tim yang baru saja promosi setelah menjuarai Serie B musim lalu. Langkah ini dianggap sebagai keputusan yang tidak lazim, terutama bagi pemain muda yang tengah menanjak kariernya.
Menurut laporan Sky Sport Italia yang dikutip oleh pakar transfer Gianluca Di Marzio, negosiasi antara Venezia dan Genoa telah memasuki tahap lanjut. Kesepakatan yang dirancang melibatkan pertukaran pemain, di mana Richie Sagrado akan bergabung dengan Genoa dengan status pinjaman disertai opsi pembelian pada akhir musim. Skema ini menunjukkan bahwa Venezia serius membangun skuad kompetitif untuk bertahan di kasta tertinggi Italia.
Musim lalu, Norton-Cuffy tampil impresif bersama Genoa dengan mencetak dua gol dan satu assist dalam 29 pertandingan kompetitif. Performa tersebut menjadi modal berharga bagi Venezia yang saat ini masih belum meraih poin setelah dua laga awal Serie A. Kedatangan pemain dengan jam terbang tinggi diharapkan mampu memperkuat lini pertahanan sekaligus memberikan dimensi baru dalam serangan.
Venezia sendiri tengah berada dalam periode sibuk. Selain Norton-Cuffy, mereka telah resmi mengontrak Juan Jesus yang berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama Napoli berakhir pada 30 Juni. Sementara itu, Mazzocchi, bek kanan Napoli, juga sepakat bergabung dengan skema pinjaman yang disertai kewajiban membeli jika Venezia berhasil bertahan di Serie A. Langkah agresif ini menegaskan ambisi klub yang berbasis di Veneto untuk tidak hanya sekadar menjadi pelengkap di liga.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Venezia ini menarik untuk dicermati. Klub yang identik dengan warna oranye-hitam tersebut kini menjadi salah satu tim promosi paling aktif di bursa transfer. Strategi mereka yang berani menggelontorkan dana besar untuk pemain muda seperti Norton-Cuffy menunjukkan bahwa mereka tidak ingin bernasib seperti tim promosi lain yang langsung terdegradasi. Di sisi lain, keputusan Norton-Cuffy untuk menolak tawaran klub-klub besar demi Venezia bisa menjadi sinyal bahwa proyek jangka panjang yang ditawarkan klub tersebut lebih meyakinkan daripada sekadar bermain di kompetisi Eropa.
Langkah Venezia ini juga mengirim pesan ke klub-klub Indonesia yang kerap kesulitan bersaing di bursa transfer regional. Keberanian mengambil risiko dengan merekrut pemain muda berbakat dari liga top Eropa, meski dengan biaya besar, bisa menjadi pelajaran berharga. Namun, tentu saja, kesuksesan strategi ini akan sangat bergantung pada bagaimana pelatih mampu mengintegrasikan pemain-pemain baru tersebut ke dalam skema permainan tim.
โKeputusan Norton-Cuffy untuk bergabung dengan Venezia menunjukkan bahwa pemain muda tidak selalu terpaku pada nama besar klub, tetapi juga pada kesempatan bermain reguler dan proyek yang jelas,โ ujar analis sepak bola Italia, Marco Rossi, dalam wawancaranya dengan Sky Sport.
Dengan masih adanya waktu hingga penutupan bursa transfer, publik menantikan apakah kesepakatan ini akan resmi diumumkan. Jika terealisasi, Norton-Cuffy akan menjadi rekrutan ketiga Venezia dalam sehari, sebuah langkah yang bisa mengubah peta kekuatan di papan bawah Serie A. Pertanyaannya, akankah strategi agresif ini mampu membawa Venezia bertahan di liga, atau justru menjadi bumerang karena terlalu banyak pemain baru yang belum beradaptasi? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Venezia tidak ingin sekadar menjadi penonton di Serie A musim ini.



