Gunawan dan Ethan Tembus Final Kualifikasi ITF M15 Bali: Peluang Baru Tenis Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Dua petenis tuan rumah memastikan tempat di partai puncak kualifikasi turnamen ITF M15 di Nusa Dua, menyisakan satu langkah menuju babak utama.
- Gunawan tampil dominan atas wakil Australia, sementara Ethan yang masih belia menaklukkan rekan senegaranya dalam duel internal.
- Hasil ini menjadi sinyal positif regenerasi tenis Indonesia, meski empat wakil lainnya harus tersingkir lebih dini.

Dua petenis Indonesia, Gunawan Trismuwantara dan Ethan David Zapp, sukses mengamankan tiket ke final babak kualifikasi ITF M15 Amman Mineral Men's World Tennis Championship 2026 yang berlangsung di Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Minggu (31/8). Keduanya kini tinggal selangkah lagi untuk tampil di babak utama turnamen bergengsi level internasional tersebut.
Gunawan, yang berusia 23 tahun, melaju mulus setelah menundukkan petenis Australia Sebastian Huggins dengan skor telak 6-3, 6-0 hanya dalam 56 menit. Penampilannya di set kedua menjadi sorotan, di mana ia tampil agresif tanpa memberi ruang bagi lawan untuk merebut satu gim pun. Kemenangan ini, menurut Gunawan, adalah buah dari konsistensi fokus dari gim ke gim, meski ia enggan berpuas diri. "Pertandingan berikutnya pasti lebih berat," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Di sisi lain, Ethan David Zapp yang baru menginjak 17 tahun menunjukkan kematangan luar biasa. Ia menang mudah atas sesama petenis Indonesia, Dewana Gustaman, dengan skor 6-2, 6-3. Kemenangan ini mengantarkan Ethan ke partai final kualifikasi melawan unggulan keempat asal Jepang, Ren Nakamura. Sementara Gunawan akan berhadapan dengan Haruto Ishikawa, yang sebelumnya menaklukkan Ashwin Ryan Sharma lewat pertarungan tiga set ketat 6-2, 3-6, 10-8.
Pencapaian dua petenis muda ini menjadi angin segar bagi tenis Indonesia. Dari enam wakil yang diturunkan di babak kualifikasi, empat lainnyaโRenaldi Aquila Salim, M. Ragil Putra, Kareem Abdul Hakim, dan Raphael Rio Suryanaโharus mengakui keunggulan lawan di babak pertama. Kareem kalah dari Azuma Visaya 1-6, 4-6; Renaldi takluk dari Stefan Menichella 1-6, 0-6; Raphael menyerah dari Matthew Shearer 3-6, 4-6; dan Ragil dipaksa berhenti oleh Thomas Patton 1-6, 1-6.
Turnamen seri keempat ini diikuti 32 petenis dari 12 negara yang bersaing memperebutkan delapan tempat di babak utama. Setelah sempat menggunakan sistem Universal Tennis Rating (UTR PTT), ajang ini kembali berstatus ITF M15, level yang menjadi batu loncatan penting bagi petenis muda untuk mengumpulkan poin peringkat dunia. Bagi Indonesia, kehadiran dua wakil di final kualifikasi adalah modal berharga untuk terus membangun tradisi di kancah internasional.
Konteks domestik yang patut digarisbawahi adalah regenerasi petenis muda Indonesia. Keberhasilan Ethan yang masih berusia 17 tahun menunjukkan bahwa pembinaan usia dini mulai menuai hasil. Namun, kegagalan empat wakil lainnya juga menjadi pengingat bahwa konsistensi dan jam terbang internasional masih menjadi pekerjaan rumah besar. Turnamen seperti ITF M15 ini adalah ajang ideal bagi petenis Tanah Air untuk mengasah kemampuan tanpa harus terbang jauh ke luar negeri.
Dengan dua wakil di final kualifikasi, peluang Indonesia untuk menempatkan wakil di babak utama terbuka lebar. Namun, lawan yang dihadapi tidak mudah: Ren Nakamura adalah unggulan keempat, sementara Haruto Ishikawa datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang dramatis. Pertanyaan besarnya, akankah Gunawan dan Ethan mampu memanfaatkan momentum ini untuk menembus babak utama dan memberikan kejutan di turnamen yang berlangsung hingga 6 September mendatang?



