Kepanikan di Tokyo Disneyland: Power Bank Meledak, Pengunjung Dievakuasi
Baca dalam 60 detik
- Sebuah power bank milik pengunjung mengeluarkan asap di restoran Tokyo Disneyland, memicu evakuasi dan pemadaman oleh petugas.
- Insiden ini menyoroti risiko keamanan perangkat pengisi daya portabel di area publik yang padat, meski tidak ada korban jiwa.
- Kejadian serupa berpotensi terjadi di Indonesia, mengingat maraknya penggunaan power bank di tempat wisata dan transportasi umum.

Tokyo Disneyland, salah satu destinasi wisata paling ikonik di Jepang, diguncang insiden kepanikan pada Minggu sore ketika sebuah power bank milik pengunjung tiba-tiba mengeluarkan asap tebal di dalam restoran taman hiburan. Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini memaksa evakuasi massal dan sempat menghentikan operasional restoran tersebut selama sisa hari.
Menurut laporan otoritas setempat, panggilan darurat masuk sekitar pukul 16.40 waktu setempat setelah seorang pengunjung melihat asap mengepul dari tas yang diletakkan di dekat area makan. Petugas restoran dengan sigap menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk mengendalikan situasi sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Oriental Land Co., operator Tokyo Disneyland, mengonfirmasi bahwa asap tersebut berasal dari power bank yang merupakan barang bawaan pengunjung, dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Insiden ini menjadi pengingat akan risiko yang sering diabaikan dari perangkat pengisi daya portabel. Power bank, yang kini menjadi kebutuhan pokok bagi wisatawan, mengandung baterai lithium-ion yang rentan mengalami overheat atau korsleting jika digunakan secara tidak tepat atau dalam kondisi rusak. Menurut analis keamanan produk, kasus seperti ini sebenarnya tidak jarang terjadi, namun sering kali tidak terekspos karena tidak menimbulkan korban jiwa.
Bagi Indonesia, kejadian ini relevan mengingat popularitas power bank di kalangan masyarakat, terutama saat bepergian ke tempat wisata atau menggunakan transportasi umum. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Kementerian Perhubungan sebenarnya telah mengeluarkan regulasi tentang penggunaan power bank di pesawat, namun di tempat-tempat umum seperti mal, stasiun, atau taman hiburan, pengawasan masih longgar. Pakar keselamatan menilai perlu ada sosialisasi lebih gencar tentang cara memilih power bank bersertifikasi dan tanda-tanda baterai yang mulai tidak aman.
Oriental Land Co. menyatakan bahwa seluruh pengunjung di restoran telah dievakuasi dengan selamat. Meski demikian, insiden ini sempat menimbulkan kepanikan di antara pengunjung lain yang berada di sekitar lokasi. Pihak taman hiburan belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah pencegahan ke depan, namun kejadian ini diyakini akan memicu evaluasi ulang prosedur keamanan, terutama terkait barang bawaan pengunjung.
Kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Pada 2023, sebuah power bank meledak di dalam pesawat domestik, memaksa pendaratan darurat. Kasus-kasus seperti ini menunjukkan bahwa bahaya power bank bukan sekadar isu teknis, melainkan juga menyangkut kesadaran publik. Banyak pengguna yang tidak menyadari bahwa power bank memiliki umur pakai dan sebaiknya diganti setiap beberapa tahun, atau bahwa power bank murah tanpa sertifikasi SNI lebih rentan mengalami kegagalan.
Ke depannya, akankah operator taman hiburan di Indonesia, seperti Dufan atau Trans Studio, mulai menerapkan pemeriksaan barang bawaan yang lebih ketat? Atau justru akan ada regulasi baru yang mewajibkan standar keamanan power bank di tempat umum? Pertanyaan-pertanyaan ini layak menjadi bahan diskusi, mengingat keselamatan pengunjung adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.



