Scheffler Kunci Gelar FedExCup Kedua, Samai Rekor Woods dan McIlroy
Baca dalam 60 detik
- Pegolf nomor satu dunia asal Amerika itu memastikan gelar juara FedExCup keduanya setelah menuntaskan Tour Championship dengan skor 16-under par.
- Kemenangan ini memberinya hadiah uang sebesar 10 juta dolar AS, sekaligus menempatkannya sejajar dengan Tiger Woods dan Rory McIlroy sebagai pemain dengan koleksi gelar ganda.
- Pencapaian tersebut memperkuat dominasi Scheffler di panggung golf dunia dan menjadi sinyal persaingan ketat menuju musim depan.

Scottie Scheffler kembali membuktikan kelasnya di panggung golf dunia. Pada Minggu (1/9) waktu setempat, pegolf nomor satu dunia itu sukses mengamankan gelar juara FedExCup untuk kedua kalinya setelah tampil konsisten di Tour Championship yang berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat. Dengan torehan akhir 16-under par, Scheffler tidak hanya membawa pulang hadiah fantastis senilai 10 juta dolar AS (sekitar Rp155 miliar), tetapi juga mencatatkan namanya dalam jajaran elit sejarah turnamen ini.
Kemenangan ini menjadi yang ke-22 sepanjang karier profesionalnya di ajang PGA Tour. Lebih dari itu, Scheffler kini bergabung dengan Tiger Woods dan Rory McIlroy sebagai satu-satunya pegolf yang mampu memenangkan FedExCup lebih dari sekali. Woods menahbiskan diri pada 2007 dan 2009, sementara McIlroy melakukannya pada 2016, 2019, dan 2022. Prestasi ini menegaskan konsistensi luar biasa Scheffler di tengah persaingan ketat para pemain top dunia.
Perjalanan Scheffler menuju gelar kali ini tidak mudah. Ia memulai putaran final dengan tertinggal tiga pukulan dari pemimpin klasemen sementara, Viktor Hovland dari Norwegia. Namun, dengan permainan yang tenang dan presisi, ia mampu menyalip para pesaingnya. Skor 66-nya pada putaran final menjadi satu-satunya yang berada di bawah par di antara tiga pasangan terakhir, menunjukkan keunggulannya dalam hal akurasi pukulan dan ketenangan mental.
Hovland, yang tampil impresif sepanjang pekan, harus puas finis di posisi kedua setelah mencatat skor 72. Pukulan driving-nya yang mulai goyah dan putter yang tidak kunjung panas menjadi faktor utama kegagalannya mempertahankan keunggulan. Sementara itu, pendatang baru asal Amerika, Ryan Gerard, yang memulai hari hanya satu pukulan di belakang Hovland, harus puas menempati posisi ketiga dengan skor akhir 12-under par.
Di sisi lain, Rory McIlroy gagal mengulangi performa gemilangnya di putaran ketiga. Ia menutup turnamen dengan skor 69 yang naik-turun, mencatat empat birdie dan satu eagle namun juga lima bogey. Hasil ini membuatnya berbagi posisi keempat dengan Alex Fitzpatrick, yang justru tampil mengejutkan dengan skor 66, menyamai catatan terbaik hari itu. Fitzpatrick, yang baru pertama kali tampil di ajang ini, berhasil menuntaskan musimnya dengan gemilang setelah sebelumnya memenangkan Indian Open dan Zurich Classic bersama kakaknya, Matt Fitzpatrick.
Bagi penggemar golf di Indonesia, kemenangan Scheffler ini menjadi pengingat akan pentingnya konsistensi dan mentalitas juara. Di tengah gempuran para pemain muda seperti Hovland dan Gerard, Scheffler membuktikan bahwa pengalaman dan ketenangan masih menjadi modal utama di level tertinggi. Meski golf belum sepopuler bulu tangkis atau sepak bola di Tanah Air, prestasi seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi para pegolf muda Indonesia yang mulai meniti karier di ajang internasional.
Ke depan, pertanyaan menarik muncul: mampukah Scheffler mempertahankan dominasinya dan mengejar rekor tiga gelar FedExCup milik McIlroy? Atau akankah muncul generasi baru yang mampu menantang tahtanya? Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi sang juara, sekaligus panggung bagi para pesaingnya untuk membuktikan diri.



