Tom Felton Sindir Tata Rias Draco Malfoy di Film Terakhir Harry Potter: 'Tidak Adil'
Baca dalam 60 detik
- Tom Felton mengkritik penampilan Draco Malfoy yang tampak lebih tua di epilog 'Deathly Hallows - Part 2', menyebutnya tidak adil dibandingkan Harry dan Ron.
- Aktor 38 tahun itu kini membintangi 'Harry Potter and the Cursed Child' di Broadway, yang berlatar 19 tahun setelah film terakhir, dan menganggap penampilannya di sana lebih baik.
- Rupert Grint akan kembali memerankan Ron Weasley dalam produksi Broadway tersebut, menandai kembalinya ia ke dunia sihir setelah 15 tahun.

Tom Felton, aktor yang memerankan Draco Malfoy di seri film Harry Potter, melontarkan kritik pedas terhadap tim pembuat film terkait penampilan karakternya yang dibuat tampak jauh lebih tua di epilog "The Deathly Hallows - Part 2". Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram resmi Harry Potter, Felton bercanda bahwa perubahan itu "sepertinya tidak adil" jika dibandingkan dengan versi dewasa Harry Potter dan Ron Weasley.
Epilog film yang dirilis 2011 itu memperlihatkan para karakter utama sebagai orang tua yang mengantar anak-anak mereka ke Sekolah Sihir Hogwarts, melompati waktu 19 tahun. Untuk mewujudkan transformasi itu, Felton mengaku tim produksi melakukan riset mendalam, termasuk mempelajari foto kakak-kakaknya dan garis rambut ayahnya untuk memprediksi wajah Draco di masa depan. "Butuh banyak riset," ujarnya, "melihat foto tiga kakak laki-laki saya dan garis rambut serta warna kulit ayah saya."
Namun, hasilnya justru membuat Felton merasa kurang puas. Ia menilai penampilannya di film itu kalah menarik dibandingkan Daniel Radcliffe (Harry) dan Rupert Grint (Ron) yang terlihat lebih muda. "Sepertinya agak tidak adil," candanya. Kini, ia merasa berkesempatan memperbaiki hal tersebut melalui perannya sebagai Draco di pentas Broadway "Harry Potter and the Cursed Child", yang mengambil latar 19 tahun setelah peristiwa di film terakhir. Dalam produksi teater itu, ia mengaku penampilannya "lebih menawan" daripada versi film.
Bagi Felton, syuting epilog di Stasiun King's Cross menjadi momen yang tak terlupakan. "Itu hari yang mengagumkan. Kami tahu itu adalah akhir. Kami syuting di stasiun sungguhan, bukan di studio, jadi sangat keren," kenangnya. Ia bahkan sempat mengira hari itu adalah hari terakhirnya menjadi penyihir. "Dan kini saya di sini, berbagi ruang ganti dengan Harry Potter di Broadway," tambahnya.
Kembalinya Felton ke dunia sihir bertepatan dengan kabar bahwa Rupert Grint akan segera menyusulnya. Aktor berusia 38 tahun itu akan kembali memerankan Ron Weasley untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, dalam produksi yang sama di Lyric Theater, New York. Grint mengungkapkan kegembiraannya dalam sebuah pernyataan, "Ron Weasley telah menjadi bagian dari diriku sejak usia 11 tahun, dan saya tidak sabar untuk bertemu dengannya lagi di tahap kehidupan ini. Ada sesuatu yang sangat melingkar dan istimewa tentang kembali memerankan Ron sekarang, ketika kami berdua sudah menjadi ayah."
Para produser "Cursed Child", Sonia Friedman dan Sir Colin Callender, menyambut kembalinya Grint dengan hangat. Mereka menyebut kembalinya aktor itu sebagai "jembatan kuat antara cerita yang pertama kali dicintai penonton dan kisah tentang keluarga, warisan, dan perjalanan waktu yang dibawa oleh 'Cursed Child'". Bagi penggemar di Indonesia, fenomena ini menunjukkan bahwa warisan Harry Potter tetap hidup, tidak hanya melalui film, tetapi juga melalui panggung teater yang menghadirkan kembali para aktor aslinya. Meski pementasan di Broadway mungkin sulit dijangkau, popularitas waralaba ini di Tanah Air tetap tinggi, terbukti dari banyaknya komunitas penggemar dan acara tematik yang digelar.
Dengan kembalinya para aktor asli, pertanyaan besarnya adalah: apakah ini akan membuka jalan bagi adaptasi lain, atau bahkan sekuel baru di layar lebar? Yang jelas, para penggemar di Indonesia dan seluruh dunia kini memiliki alasan baru untuk kembali ke dunia sihir, setidaknya melalui panggung teater.



