Mainoo Kini Sebanding Bruno Fernandes: Performa 5-2 Lawan Ipswich Menegaskan Status Tak Tergantikan di Manchester United
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan perdana Man United musim ini ditentukan oleh hat-trick Bruno Fernandes, tetapi sorotan justru mengarah pada Kobbie Mainoo yang tampil impresif di lini tengah.
- Statistik Mainoo melawan Ipswich โ akurasi umpan 90%, empat dribel sukses, dan 82% duel tanah dimenangkan โ menegaskan perannya yang kian vital di bawah asuhan Michael Carrick.
- Dengan nilai pasar yang diprediksi menembus ยฃ100 juta, Mainoo dinilai layak sejajar dengan gelandang termahal dunia, sekaligus menjadi aset jangka panjang United.

MANCHESTER โ Manchester United akhirnya memetik kemenangan perdana di Premier League 2026/27 setelah menundukkan Ipswich Town dengan skor telak 5-2 di Old Trafford, Sabtu (29/8) sore WIB. Namun di balik gemilangnya hat-trick Bruno Fernandes, penampilan Kobbie Mainoo di lini tengah menjadi sorotan tersendiri. Gelandang berusia 21 tahun itu dinilai telah menunjukkan kualitas yang membuatnya layak disebut sebagai pemain yang tidak tergantikan, sejajar dengan kapten tim asal Portugal tersebut.
Kemenangan ini menjadi jawaban atas kekalahan mengecewakan dari Hull City pekan lalu. Tertinggal lebih dulu melalui gol Leif Davis pada menit ke-29, United sempat terancam kembali tumbang di hadapan tim promosi. Namun Fernandes, yang sempat dikritik atas performanya di laga sebelumnya, bangkit dengan mencetak tiga gol dan satu assist untuk Bryan Mbeumo. Ini merupakan hat-trick ketiganya sejak bergabung pada 2020, sekaligus membungkam para peragu.
Di tengah dominasi Fernandes, Mainoo justru menjadi fondasi permainan United. Bermain penuh selama 80 menit, ia menuntaskan 90% umpan, dengan enam di antaranya diarahkan ke sepertiga akhir lapangan. Empat dribel suksesnya menjadi yang terbanyak di antara semua pemain di lapangan, sementara ia juga memenangkan 82% duel tanah dan melakukan sembilan recoveries โ angka tertinggi di antara gelandang United. Kontribusinya tanpa bola juga terlihat dari tiga tekel dan dua intersepsi.
Penampilan Mainoo ini kian menegaskan keputusan Michael Carrick untuk mempertahankannya di posisi inti, meski klub telah mendatangkan sejumlah pemain anyar di lini tengah pada bursa musim panas. Jurnalis Manchester United, Alex Turk, pernah menyebut Mainoo sebagai bintang masa depan senilai ยฃ100 juta. Kini, dengan performa seperti ini, nilai tersebut tampak bukan lagi sekadar proyeksi. Perbandingan dengan harga transfer Elliot Anderson dan Sandro Tonali pada musim panas ini pun memperkuat argumen bahwa Mainoo sudah berada di level yang sama.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Mainoo, yang gagal tampil di Piala Dunia 2026, justru menunjukkan bahwa keputusan Thomas Tuchel untuk tidak memainkannya adalah sebuah kekeliruan. Dengan usia yang masih sangat muda, ia memiliki potensi menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. Jika United ingin meraih trofi musim ini, konsistensi Mainoo akan menjadi kunci, terutama dalam menghadapi tekanan dari lini tengah lawan yang semakin ketat.
Kehadiran Andrey Santos dan Carlos Baleba sebagai pesaing baru di lini tengah United tidak serta-merta menggeser posisi Mainoo. Justru, persaingan ini semakin memacu performanya. Pertanyaannya, apakah Carrick akan terus memberikan kepercayaan penuh kepada Mainoo di laga-laga besar? Atau akankah ia mulai merotasi untuk menjaga kebugaran sang gelandang muda? Jawabannya akan menentukan sejauh mana United mampu bersaing di papan atas musim ini.



