Karier NFL Charlie Smyth Belum Usai: Dilepas Saints, Bekas Bintang Gaelic Football Berpeluang Gabung Tim Lain
Baca dalam 60 detik
- New Orleans Saints melepas penendang Charlie Smyth jelang musim reguler NFL 2025, setelah kalah bersaing dengan Daniel Carlson.
- Status Smyth sebagai lulusan International Player Pathway (IPP) memberinya peluang bertahan di practice squad atau direkrut tim lain.
- Keputusan ini menyoroti ketatnya kompetisi di NFL, sekaligus membuka peluang baru bagi pemain internasional seperti Smyth.

New Orleans Saints resmi melepas penendang asal Irlandia Utara, Charlie Smyth, hanya beberapa hari sebelum NFL memasuki musim reguler. Keputusan ini diambil setelah penampilan Smyth yang kurang konsisten sepanjang pramusim, sekaligus kalah bersaing dengan penendang veteran Daniel Carlson yang baru direkrut tim.
Smyth, yang sebelumnya merupakan pemain Gaelic football dari Mayobridge, sempat menjadi starter sejak November lalu menggantikan Blake Grupe. Pada musim debutnya, pemain berusia 25 tahun itu sukses mengonversi 12 dari 16 percobaan field goal dan sempurna dalam 13 ekstra poin. Namun, performa tersebut tidak cukup untuk mengamankan posisinya ketika Carlson, yang dua kali masuk tim All-Pro, mulai menunjukkan taringnya di laga pramusim terakhir melawan Dallas Cowboys.
Dalam pertandingan yang berakhir 27-24 untuk kemenangan Saints, Carlson mencetak dua field goal termasuk yang menentukan dari jarak 53 yard, sementara Smyth hanya diberi kesempatan mengeksekusi satu extra point. Situasi ini mempertegas bahwa persaingan di NFL memang tidak mengenal ampun, terutama di posisi penendang yang kerap menjadi sorotan.
Meski dilepas, karier Smyth di NFL belum tentu berakhir. Sebagai peserta International Player Pathway (IPP), ia memiliki keistimewaan: tidak dihitung dalam kuota 16 pemain practice squad. Artinya, Saints masih bisa mempertahankannya di skuad cadangan tanpa mengorbankan slot pemain lain. Di sisi lain, tim lain juga berpeluang merekrutnya sebelum tenggat waktu Senin pukul 17.00 BST untuk menandatangani pemain yang dilepas.
Keputusan Saints untuk memilih Carlson sebenarnya tidak mengejutkan. Carlson, yang bergabung setelah pramusim berjalan, memiliki rekam jejak mentereng: tidak pernah absen dalam tujuh musim terakhir dan dua kali dinobatkan sebagai All-Pro. Meski akurasi field goal-nya musim lalu (81,5 persen) merupakan yang terendah sejak 2019, pengalaman dan ketenangannya di momen krusial menjadi nilai lebih. Sementara itu, Smyth dan Tanner Brown, penendang lain yang ikut bersaing, sama-sama gagal mengeksekusi field goal di laga pramusim—Smyth dari jarak 52 yard melawan Jacksonville Jaguars, dan Brown dari 39 yard melawan Los Angeles Rams.
Bagi pengamat NFL, kasus Smyth menjadi cermin betapa sulitnya mempertahankan tempat di liga paling kompetitif di Amerika Serikat. Namun, jalur IPP yang diikutinya justru menjadi peluang emas bagi pemain non-Amerika untuk menembus NFL. Sebelumnya, beberapa pemain IPP seperti Jordan Mailata dan Efe Obada berhasil membangun karier panjang di liga. Smyth, yang menandatangani kontrak tiga tahun musim lalu, mengaku tidak mempermasalahkan persaingan ini. "Ini memang bisnis seperti itu," ujarnya kepada BBC NI, "Saya tidak akan menganggapnya pribadi."
Di Indonesia, perkembangan ini mungkin terdengar jauh, tetapi menarik untuk dicermati mengingat semakin terbukanya NFL bagi pemain internasional. Program IPP yang digagas NFL sejak 2017 telah membuka pintu bagi atlet dari berbagai latar belakang, termasuk sepak bola Gaelic, rugby, dan bahkan atletik. Bagi Indonesia, yang memiliki potensi besar di bidang olahraga, model pengembangan bakat seperti ini bisa menjadi inspirasi untuk membangun jembatan menuju liga profesional global.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: apakah Smyth akan segera mendapatkan peluang baru, atau justru bertahan di practice squad Saints untuk mengasah kemampuannya? Dengan jadwal pembukaan musim yang tinggal menghitung hari—Saints akan bertandang ke Detroit Lions pada 13 September—keputusan ini akan menjadi penentu arah karier pemain muda yang sempat mencuri perhatian dunia tersebut.



