Everton Kejar Baris Alper Yilmaz di Menit Akhir, Galatasaray Buka Peluang
Baca dalam 60 detik
- Everton mengajukan pendekatan mendadak untuk winger Galatasaray, Baris Alper Yilmaz, setelah sebelumnya menyepakati syarat pribadi.
- Galatasaray sempat mematok harga โฌ50 juta, namun kini enggan melepas karena minimnya waktu mencari pengganti.
- Persaingan dengan Newcastle United membuat transfer ini belum pasti, sementara Everton juga memproses kembalinya Richarlison.

Everton bergerak cepat di penghujung bursa transfer dengan mengajukan pendekatan mendadak untuk Baris Alper Yilmaz, winger andalan Galatasaray yang juga memperkuat Timnas Turki. Langkah ini diambil di tengah upaya The Toffees merombak lini serang mereka sebelum tenggat akhir pekan ini.
Menurut laporan Fotospor yang dikutip Sport Witness, Everton telah menyepakati syarat pribadi dengan pemain berusia 26 tahun itu lebih awal di bursa. Namun, kesepakatan antar klub belum tercapai. Kini, dengan hanya tersisa beberapa hari sebelum penutupan jendela transfer, Everton kembali membuka pembicaraan untuk mengamankan jasa pemain yang juga diminati Newcastle United.
Yilmaz bukan nama asing di pentas Eropa. Pada Euro 2024, penampilannya melawan Ceko mendapat pujian dari jurnalis Uฤur Karakullukรงu yang menyebutnya "luar biasa" dalam menggiring bola. Musim lalu, ia mencatatkan delapan gol dan 12 assist dalam 30 penampilan Liga Super Turki, membuktikan diri sebagai pemain serbabisa yang bisa ditempatkan di sayap kiri atau sebagai penyerang tengah.
Namun, ada hambatan besar. Galatasaray sebelumnya bersedia melepas Yilmaz dengan banderol โฌ50 juta (sekitar ยฃ43 juta), tetapi kini mereka berubah pikiran. Klub asal Istanbul itu tidak punya cukup waktu untuk mencari pengganti yang setara, sehingga mereka enggan berpisah dengan pemain berlabel 38 caps bersama Turki tersebut. Situasi ini membuat negosiasi menjadi alot dan masa depan Yilmaz menggantung.
Di sisi lain, Everton juga tengah memproses kembalinya Richarlison dari Tottenham Hotspur. Kesepakatan ganda dilaporkan telah dicapai, dengan Iliman Ndiaye bergerak ke arah sebaliknya menuju Spurs. Richarlison, yang memiliki 276 penampilan di Premier League dengan 75 gol dan 31 assist, menjadi prioritas utama Moyes. Namun, pemain Brasil itu juga memiliki tiga tawaran lain, sehingga keputusannya belum final.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa memanfaatkan momen akhir bursa untuk mendatangkan pemain berkualitas. Everton, yang sebelumnya kesulitan finansial, kini berani menggelontorkan dana besar untuk memperkuat skuad. Ini bisa menjadi sinyal bahwa Liga Primer Inggris tetap menjadi magnet bagi pemain-pemain top dunia, termasuk dari Turki yang kerap menjadi batu loncatan menuju panggung lebih besar.
Namun, kegagalan Galatasaray mencari pengganti menjadi pelajaran penting: manajemen klub harus memiliki rencana cadangan yang matang, terutama saat bursa hampir tutup. Keputusan mempertahankan Yilmaz bisa jadi langkah bijak, tetapi juga berisiko kehilangan pemain secara gratis di masa depan jika kontraknya tidak diperpanjang.
Dengan tenggat yang semakin dekat, pertanyaannya kini: akankah Everton berhasil meyakinkan Galatasaray untuk melepas Yilmaz, atau mereka harus puas dengan Richarlison sebagai satu-satunya tambahan di lini depan? Atau justru Newcastle yang menyalip di tikungan terakhir? Bursa transfer selalu penuh kejutan, dan penggemar sepak bola Indonesia tentu akan menyaksikan bagaimana drama ini berakhir.



